KORANJURI.COM – Prestasi membanggakan diraih Syafrizal Nashirul Huda, siswa SMKN 1 Purworejo dari kelas XI Teknik Pemesinan. Dia meraih juara 1 dan berhasil menggondol emas pada lomba LKS SMK tahun 2022 tingkat Propinsi Jateng pada bidang mata lomba Prototipe Modeling beberapa waktu lalu.
Dalam LKS tingkat provinsi tersebut, dari SMKN 1 Purworejo mengirimkan 14 atletnya untuk 14 bidang mata lomba mewakili Purworejo. Dari ke 14 mata lomba tersebut, hanya mata lomba Prototipe Modeling yang berhasil meraih emas.
“Kita juga berhasil meraih 3 perak/juara 2 untuk mata lomba Bricklying oleh Zaeniy Mustofa, Cahya Aris Setiyawan pada mata lomba Cabinet Making dan Debby Ernandho pada mata lomba Welding,” jelas Kepala SMKN 1 Purworejo Dra Indriati Agung Rahayu, M.Pd, Jum’at (27/05/2022), didampingi pembimbing LKS Firman Hidayat, S.Pd dan Waka Humas Soegeng Wijono, ST, M.Eng.
Dengan prestasi tersebut, kata Indri, Syafrizal Nashirul Huda berhak mewakili provinsi Jateng pada lomba LKS tingkat nasional untuk mata lomba Prototipe Modeling yang rencananya akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober/Nopember 2022 secara daring.
Pada LKS, ungkap Indri, yang dilombakan hard skill atau kompetensi. Sementara tahun-tahun kemarin dengan adanya pandemi, menjadikan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara terbatas.
Dan hal itu sangat dirasakan saat pembimbingan, utamanya untuk kompetensi baik itu kerja bangku, penggunaan mesin dan bubut. Meski itu jadi kendala tersendiri, namun hal itu bisa diatasi dengan secara intensif berlatih mengacu pada kisi-kisi yang ada.
“Ada perubahan-perubahan pada kisi-kisi mata lomba yang diberikan saat latihan dengan pas perlombaan sekitar 30 persen,” jelas Indri.
Menurutnya, dalam LKS propinsi, mata lomba prototipe modeling tugasnya membuat bentuk stik game PS selama 7,5 jam. Penilaiannya, secara obyektif (ukuran) dan subyektif (tampilan), serta penilaian untuk desain/gambar. Hasil dalam perlombaan dikirim ke juri untuk dinilai, kemudian hasilnya diumumkan.
“Kalau secara teknis, kita harus menyiapkan kwalitas jaringan internet dan listrik yang tak boleh padam. Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Indri.
Untuk persiapan pada LKS tingkat nasional mendatang, menurut Indri, masih mengacu pada kisi-kisi soal tahun kemarin, meski di tahun kemarin ada sedikit perbedaan antara propinsi dan nasional. Misal, untuk desain, yang propinsi masih menggunakan software inventor, kalau yang nasional sudah menggunakan software fusion 360.
Sementara untuk yang kompetensinya kerja bangku, pemesinan bubut, relatif masih sama. Hanya durasi waktunya yang berbeda, dan tentunya modelnya lebih rumit dibanding Propinsi.
“Dari tahun ke tahun kita selalu menyumbangkan emas untuk Jateng. Tahun ini mudah-mudahan kita bisa menyumbang emas untuk propinsi dengan menjadi juara 1 tingkat nasional,” pungkas Indri. (Jon)





