KORANJURI.COM – Cuaca buruk yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah. Dalam peristiwa itu, 6 orang meninggal dunia.
Jumlah korban tersebar di seluruh Bali. Di Kabupaten Jembrana, korban meninggal dunia 1 orang, Karangasem 3 orang, Bangli 1 orang dan Tabanan 1 orang.
Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, ada 40 titik lokasi bencana. Titik bencana tersebar di Kecamatan Abang, Selat, Bebandem, dan Rendang.
Terkait penanganan korban bencana alam, Gubernur Bali Wayan Koster memastikan, seluruh pengungsi akan ditangani dengan baik. Pemerintah akan menyalurkan kebutuhan logistik dan obat-obatan.
“Saya sudah perintahkan Kepala BPBD Provinsi Bali untuk mengelola ini dengan baik. Jadi, Saya mohon bapak dan ibu bisa bersabar,” kata Koster, Selasa, 18 Oktober 2022.
Saat ini, 2,2 ton beras telah disalurkan kepada seluruh korban banjir bandang di Kecamatan
Mendoyo, Jembrana.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengungkapkan, jembatan yang menghubungkan desa Penyaringan dan Tegalcangkring berpotensi tetap dilalui kendaraan berat.
Pihaknya meminta, untuk sementara waktu dilakukan pengalihan arus lalu lintas melalui jalur alternatif.
“Kalau tidak segera ada pemberitahuan, jembatan itu tetap akan dilalui, ini sangat berbahaya,” kata Nengah Tamba.
Akibat hujan deras yang mengguyur Bali selama beberapa hari, ketinggian air cukup tinggi di beberapa desa di Kabupaten Jembrana. Diantaranya, di lingkungan Biluk Poh Kelurahan Tegal Cangkring dan Lingkungan Samblong Kelurahan Sangkar Agung. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





