6.500 Personil Polri Amankan Pilkada Serentak di Bali

oleh
Ketua Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Provinsi Bali Dewa Agung Gede Lidartawan bersama Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Polda Bali menerjunkan 6.500 personil dalam pengamanan Pilkada Serentak di 6 Kabupaten/Kota di Bali.

Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra mengatakan, sejumlah personil dalam pasukan cadangan juga sudah disiagakan di tempat pemungutan suara.

“Personil itu sudah insert di TPS-TPS dan pasukan cadangan juga sudah kita dekatkan di sejumlah wilayah yang menyelenggarakan Pilkada,” kata Jayan Danu di KPU Provinsi Bali, 8 Desember 2020.

Kesiapan lain dalam mengantisipasi kerumunan, kata Kapolda, kepolisian bersama KPU telah melakukan simulasi pengaturan saat warga memberikan hak pilihnya.

“Apalagi waktu yang diberikan tidak terbatas. Jadi saya kira semua sudah dipersiapkan dengan baik,” kata Kapolda Bali.

Ketua Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Provinsi Bali Dewa Agung Gede Lidartawan menghimbau masyarakat untuk tidak takut datang ke TPS. Pihaknya memastikan bilik suara aman dari Covid-19.

“Jangan pernah takut ke TPS, karena TPS kita pastikan aman terhadap Covid-19. Di luar TPS itu nanti urusannya Satpol PP dan Satgas Covid-19, kepolisian dan TNI,” kata Lidartawan.

Terkait seruan sejumlah pihak yang meragukan keamanan Pilkada dari Covid-19, Lidartawan justru meminta masyarakat agar berpartisipasi pada pemilu serentak pada Rabu, 9 Desember 2020.

“Justru kalau tidak datang akan dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab, hati-hati ini. Dan kalau itu masalah covid-19, saya pastikan tidak ada yang tertular covid-19 di TPS,” jelasnya.

KPU, dikatakan Lidartawan, telah menerapkan standar protokol kesehatan ketat. Termasuk, pihak saksi yang suhu badannya diatas 37,3° celcius, tidak diperkenankan masuk ke TPS. (Way)