KORANJURI.COM – Menyambut Natal dan Tahun Baru, Desa Wisata Penglipuran menghadirkan rangkaian acara khusus untuk wisatawan.
General Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengatakan, persiapan dilakukan secara menyeluruh agar wisatawan dapat menikmati liburan akhir tahun dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh nuansa budaya Bali.
“Tahun ini kami tidak hanya menambah atraksi, tapi juga memperkuat pesan bahwa setiap kunjungan ke Penglipuran ikut berkontribusi pada pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan warga,” kata Wayan Sumiarsa.
Berikut lima pertunjukan budaya yang akan digelar menjelang tahun baru di Desa terbersih versi UNESCO itu.
1. Parade Budaya Barong Macan
Parade Barong Macan akan menjadi pembuka perayaan akhir tahun di Penglipuran pada 27 Desember 2025. Sedikitnya 15 Barong Macan akan melintasi jalur utama desa, dengan iringan gamelan dan penabuh muda dari banjar-banjar setempat.
Parade ini diselenggarakan oleh Pengelola Desa Wisata berkolaborasi dengan komunitas muda-mudi Yowana Putra Yudha Penglipuran.
Selain menjadi tontonan yang atraktif bagi wisatawan, parade ini juga menjadi bentuk regenerasi pelestarian seni. Generasi muda terlibat langsung sebagai penari, penabuh, hingga tim produksi.
2. Pertunjukan Barong Macan ‘Tetantria Macan Gading’
Pertunjukan digelar setiap hari, mulai 28 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Pementasan ini memadukan seni tari, musik tradisional, dan teatrikal, yang merangkai pesan tentang keberanian, kebersamaan, dan harmoni antara manusia dengan alam.
Dipentaskan oleh Yowana Putra Yudha. Pertunjukan ini menjadi ruang ekspresi kreatif generasi muda desa sekaligus medium edukasi bagi wisatawan tentang nilai-nilai kearifan lokal
Penglipuran.
3. Dekorasi Tematik Akhir Tahun dengan Estetika Bambu
Penglipuran identik dengan bambu, mulai dari hutan bambu yang mengelilingi desa hingga pemanfaatannya sebagai bahan bangunan dan kerajinan lokal.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, desa akan dihiasi dekorasi tematik yang memanfaatkan bambu dan bahan alami lain. Selaras dengan karakter Penglipuran sebagai desa wisata berbasis budaya dan lingkungan.
Penggunaan bambu menggantikan banyak dekorasi berbahan plastik sekali pakai. Sehingga, mengurangi timbulan sampah sekaligus memperkuat pesan pariwisata regeneratif, perayaan meriah yang tetap rendah jejak ekologisnya.
4. Program Spesial Bamboo Café: Kuliner Lokal & Musik Akustik
Bamboo Café, yang berada di tengah hutan bambu, menghadirkan menu spesial Natal dan Tahun Baru dengan menonjolkan bahan lokal, kuliner tradisional. Serta, minuman khas seperti loloh cemcem dan aneka sajian rumahan yang ramah lingkungan.
Untuk melengkapi suasana, Bamboo Café juga menyuguhkan musik akustik dengan nuansa
intim dan hangat. Perpaduan suara musik, udara sejuk, dan latar hutan bambu menghadirkan pengalaman liburan yang tenang, romantis. Cocok untuk keluarga maupun pasangan yang ingin menyambut pergantian tahun dengan cara yang lebih
reflektif.
5. Pengaturan Kunjungan dan Fasilitas Wisata
Mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan akhir tahun, Pengelola Desa Wisata Penglipuran menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga arus kunjungan tetap tertib
dan nyaman antara lain, menambah petugas layanan wisata dan pengamanan di area desa.
Pengaturan parkir dan jalur keluar masuk untuk mengurangi kemacetan di kawasan inti. Penempatan titik informasi wisata dan papan edukasi.
Langkah-langkah ini sejalan dengan rekomendasi kajian terbaru mengenai pengelolaan overtourism dan daya dukung destinasi. Sehingga, kualitas kunjungan tetap terjaga sekaligus melindungi kualitas hidup warga. (*)





