24 Guru SMK Kesehatan Purworejo Ikuti IHT Implementasi Kurikulum Merdeka

    


24 guru di SMK Kesehatan Purworejo mengikuti kegiatan IHT (In House Training) tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, Kamis (04/08/2022), di aula setempat - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 24 guru di SMK Kesehatan Purworejo, terdiri dari beberapa guru produktif dan guru kelas X, mengikuti kegiatan IHT (In House Training) tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, Kamis (04/08/2022), di aula setempat.

Menghadirkan narasumber Dwi Yunanto, M.Pd. dari BBPPMPV (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi), kegiatan IHT yang berlangsung sehari ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, M.Pd.

Di sela kegiatan, Nuryadin mengungkapkan, kegiatan IHT merupakan bagian dari program SMK PK (Pusat Keunggulan), yang didapat SMK Kesehatan Purworejo. Salah satu item rangkaian kegiatan di SMK PK adalah IHT dimana guru-guru yang ditunjuk ditraining.

“Narasumber langsung dari BBPPMPV Yogyakarta. Ini bukti bahwa kita sangat serius didalam melaksanakan program PK ini, karena sekolah yang mendapat program PK ini harus bisa mengimbas/menularkan Ilmu-ilmu nya pada sekolah lain dan harus bisa menginspirasi,” jelas Nuryadin, yang didampingi Waka Kurikulum Setiawan Adi Nugroho, S.Pd, Gr.

Dan salah satu yang harus dimiliki guru-guru SMK Kesehatan Purworejo, kata Nuryadin, kaitannya dengan pemahaman Kurikulum Merdeka.

Diharapkan setelah mereka paham, mengerti dan mengaplikasikannya, nantinya bisa menjadi pilot projects (percontohan) pelaksanaan Kurikulum Merdeka, khususnya di Purworejo.

“Saya berharap bapak ibu guru yang ditunjuk sekolah mengikuti kegiatan ini bisa menjalankan dengan baik seluruh rangkaian kegiatan IHT ini. Karena kami berharap, mereka bisa menjadi pioner bagi pengembangan sekolah, khususnya SMK Kesehatan Purworejo maupun sekolah lainnya,” terang Nuryadin.

Setiawan Adi Nugroho menambahkan, ada tiga materi yang disampaikan narasumber dalam IHT ini, memahami capaian pembelajaran, tujuan dan alur pembelajaran serta penyusunan modul ajar.

“Hal ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka sehingga nanti diharapkan setelah selesai IHT ini, bapak ibu guru siap dengan pelaksanaan Kurikulum Merdeka,” ungkap Setiawan.

Drs Sunaryo, selaku perwakilan Yayasan Bina Tani Bagelen berharap, seluruh rangkaian dari kegiatan IHT ini dapat berjalan lancar.

“Mudah-mudahan ilmu yang ditransferkan dari narasumber kepada para peserta, dapat diimplementasikan kepada peserta didik dengan sebaik-baiknya,” pungkas Sunaryo. (Jon)