KORANJURI.COM – 17 desa di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo, terendam banjir. Hal itu dikarenakan, hujan deras yang terus mengguyur wilayah Purworejo sejak Rabu (16/1/2019). Hingga kemarin, banjir terus meluas di sejumlah wilayah.
Dijelaskan oleh Sutrisno, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Purworejo, musibah banjir rutin setiap kali musim hujan. Dari 270 KK, sedikitnya 600 jiwa telah terdampak bencana banjir tersebut.
“Sebagian warga terpaksa harus diungsikan ke lokasi yang aman dari genangan air,” jelas Sutrisno, Jum’at (18/1).
Wilayah terparah terdampak banjir, ungkap Sutrisno, meliputi dua kecamatan, Butuh dan Grabag. Di Butuh, banjir menjangkau hingga tujuh desa. Sedangkan di Grabag, sebagai wilayah terparah kedua, banjir mengakibatkan 3 desa terisolasi.
“Di wilayah Wironatan, Butuh, sebanyak 37 jiwa mengungsi dan dua orang lainya harus dirawat di Puskesmas terdekat karena sakit,” ujar Sutrisno.
Bantuan berupa kebutuhan sembako dan perlengkapan tidur seperti matras dan selimut, kata Sutrisno, telah disalurkan ke lokasi pengungsian. Dapur umum juga sudah didirikan untuk mencukupi kebutuhan makan pengungsi dan relawan.
Meski sempat mengakibatkan aktivitas penduduk lumpuh, luapan air tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hingga sore kemarin, tidak ditemukan rumah penduduk atau bangunan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir. Hanya lahan pertanian yang terancam gagal panen karena lama terendam banjir yang cukup lama.
“Kita sudah kerahkan ratusan personil gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan sejumlah elemen masyarakat untuk proses evakuasi dan pemantauan wilayah banjir,” jelas Sutrisno.
Bupati Purworejo Agus Bastian,, berkesempatan melakukan kunjungan ke sejumlah desa yang terendam banjir, seperti Desa Wironatan (Butuh) dan desa Tri Mulyo (Grabag), Kamis (17/1). Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan bantuan paket logistik di tempat pengungsian warga. (Jon)





