PDAM Purworejo Masuk Finalis Top BUMD 2019

    


Hermawan Wahyu Utomo, Direktur PDAM Purworejo (dua dari kiri), usai wawancara dalam penilaian finalis Top BUMD 2019 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, menjadi salah satu dari 200 BUMD finalis Top BUMD 2019, yang diselenggarakan Majalah Top Business. Ajang bertema “BUMD Membangun Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan” ini, finalisnya disaring dari lebih 1.900-an BUMD di seluruh Indonesia dengan seleksi administratif dan survei.

Dalam hal ini, Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah lembaga penilai dan konsultan independen, antara lain Asia Business Research Center, Sinergi Daya Prima, Melani K. Harriman Associates,  dan lainnya

“Saat ini memasuki tahap penilaian dan pendalaman tim juri melalui wawancara langsung,” jelas Hermawan Wahyu Utomo, ST, Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Selasa (2/4).

Menurut Hermawan, PDAM Purworejo bisa masuk finalis Top BUMD 2019, karena perusahaan ini berdasarkan penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementeran PUPR, masuk kategor sehat.

Dalam penilaian manajemen, efisiensi dan pengelolaan PDAM melampaui standar yang ditentukan Kementerian PUPR. Bahkan tahun lalu bisa mengalami lompatan, dimana PDAM Tirta Perwitasari Purworejo naik di urutan 61 dari 367 PDAM di seluruh Indonesia.

” Penilaian mencakup 4 aspek, yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia. Dibanding tahun 2017, dimana peringkat kita 91saat itu, pencapaian peningkatan ini sangat signifikan,” ujar Hermawan.

Dan selama empat tahun terakhir, BUMD ini konsisten memperoleh predikat kinerja “Sehat”, bahkan bisa mengalami lompatan bisnis  dengan perolehan laba dan kontribusi bagi PAD  yang juga terus meningkat .

Semula, kata Hermawan, pendapatan maupun laba yang diperoleh dari tahun 2013 sampai dengan 2015 selalu berbanding lurus dengan besaran biaya operasi, sehingga nilai indikator Return of Equity (ROE) dan rasio operasi dari tahun 2013 sampai dengan 2015 cenderung tetap.

Berbagai terobosan dan inovasi dilakukan Hermawan, saat dirinya masuk menjadi direktur tahun 2015 lalu. Dari sisi SDM, dibangun budaya kerja dengan disiplin tinggi, kebocoran atau kehilangan air terus ditekan dengan melakukan pengawasan rutin dan berkala pada jaringan pipa distribusi. Air yang terselamatkan bisa dialihkan menambah pelanggan baru. Dalam setahun, bisa ditekan di bawah 30% dan terus diperbaiki hingga saat ini.

Hasilnya, perusahaan yang memiliki 23 ribu pelanggan ini performa usaha dengan kinerja keuangannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini, sehingga bisa memberikan kontribusi bagi PAD Kabupaten Purworejo, selaku pemegang saham.

“Tahun lalu, dari yang direncanakan sebesar Rp 1,4 miliar, justru kontribusi PAD dari kami bisa terealisasi lebih tinggi hingga Rp 1,7 miliar,” pungkas Hermawan, yang berharap PDAM Purworejo bisa menjadi salah satu pemenang Top BUMD 2019 untuk kategori Top PDAM 2019. (Jon)