KORANJURI.COM – Guna mewujudkan generasi yang Qur’ani, SMPN 8 Purworejo menggelar Wisuda Tahfidz Al Qur’an Juz 30 angkatan ke 2, Rabu (24/08/2022), yang diikuti 146 wisudawan.
Suasana haru sempat mewarnai jalannya wisuda. Momen ini terjadi, saat wisudawan menyematkan mahkota dan bersimpuh di hadapan orangtua masing-masing. Menyaksikan itu semua, mayoritas yang hadir di acara tersebut, tampak menitikkan air mata.
Pemakaian mahkota ini merupakan simbolisme imbalan Allah SWT di akhirat nanti, yaitu anak yang menghafal Al-Qur’an akan memakaikan mahkota cahaya kepada kedua orang tua dan menyelamatkan mereka dari panasnya api neraka dan juga sebagai tanda kemuliaan serta keistimewaan bagi para penghafal Al-Qur’an.
Dalam wisuda Tahfidz bertemakan ‘Wujudkan Generasi Qur’ani Berkontribusi Membangun Negeri’ itu, diawali dengan uji hafalan santri yang dilakukan oleh tiga penguji dari Kemenag Purworejo, STAI An Nawawi Berjan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kepada perwakilan wisudawan.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan beberapa surat pada juz 30 dan diakhiri dengan doa khatam Al-Qur’an. Wisuda ditandai dengan pengalungan samir oleh Kepala SMPN 8 Purworejo, Kusnaeni, M.Pd., serta penyematan mahkota kepada wisudawan oleh Waka Kurikulum, Toharudin, S.Pd.
Dalam wisuda Tahfidz tersebut, selain dihadiri para wisudawan dan orangtua masing-masing, juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo yang diwakili Kabid Dikmen Drs. Frikly Widhi Dewanto, M.T., Kepala Kemenag Purworejo yang diwakili Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Ismuhayadi, S.H, Pengawas SMP Dindikbud Drs. H. Sunaryo, M.Pd., Pengawas PAI Kemenag Hj. Tatik Pujiani, M.S.I, Pengurus Komite Sekolah, serta tamu undangan lainnya.
Penampilan grup Hadroh, Tari Zapin dan penampilan dua dai cilik, yang semuanya ditampilkan oleh siswa, memeriahkan acara wisuda. Sebagai penutup acara, ada siraman rohani (pengajian) dari Ustad Abdul Haq, yang menyampaikan kajian tentang pemberian nama yang baik bagi anak.
Dijelaskan oleh Kusnaeni, Kepala SMPN 8 Purworejo, peserta wisuda merupakan siswa kelas VIII dan IX, dengan rincian, 21 wisudawan dari kelas VIII dan 125 wisudawan lainnya dari kelas IX. Wisuda kali ini merupakan angkatan kedua.
“Kami disini punya program, lulus dari SMPN 8 Purworejo harus hafal juz 30. Dan program ini wajib, karena menjadi salah satu syarat kelulusan. Mereka yang diwisuda akan mendapatkan sertifikat,” jelas Kusnaeni.
Untuk mewujudkan itu, pihaknya menggandeng pengampu dari STAI An Nawawi Berjan dan TPQ Karangsari. Dan bagi anak-anak yang sudah diwisuda/khatam pengin berlanjut untuk menghafal juz 29 dan seterusnya, dari sekolah siap memfasilitasi.
Para siswa yang mengikuti program hafalan juz 30 ini, akan . menjalaninya selama dua tahun, yang dimulai dari kelas VII. Seminggu dua kali, mereka akan setor hafalan surat pada pengampu, sambil dibetulkan hafalannya, cara bacanya termasuk panjang pendeknya bacaaan.
Setiap pagi, kata Kusnaeni, di sekolah ada program setoran hafalan surat ke guru pendamping bukan ke pengampu. Sepulang sekolah, ada jam khusus hafalan. Kegiatan ini namanya ko kurikuler, kegiatan wajib sekolah yang dilaksanakan sepulang sekolah.
“Tujuannya, kami memang ingin membentuk anak-anak yang sukses dunia akhirat. Kami ingin anak-anak itu punya karakter. Anak-anak yang hafal Al-Qur’an ini kan nanti hidupnya dipenuhi dengan keberkahan dan dimudahkan segala urusannya, termasuk guru-guru dan sekolah. Semoga tambah prestasi dan tambah maju,” terang Kusnaeni.
Dari adanya program Tahfidz ini, menurut Kusnaeni, ada nilai-nilai karakter yang bisa diambil. Karena berpegang teguh pada Al Qur’an, mereka akan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari dan menjadi rajin sholat, hormat kepada orangtua dan guru. Karakter lainnya yang didapat, pekerja keras dan mandiri.
“Saya ingin mewujudkan anak-anak yang lebih berkarakter, mewujudkan generasi Qur’ani, dimana siswa yang menempatkan Al-Qur’an sebagai tuntunan hidupnya. Insya Allah nanti imbalan yang didapatkan berupa keberkahan, kebaikan. Mereka menjadi anak-anak beribadah dan berakhlak mulia,” pungkas Kusnaeni. (Jon)
