Wagub Tinjau Pengamanan Misa Pergantian Tahun di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kuta

oleh
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memantau pengamanan Misa pergantian tahun di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Kuta, Rabu (31/12/2025) - foto: Ist

KORANJURI.COM – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta meninjau pengamanan Misa malam tahun baru di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kuta.

Misa yang digelar oleh umat Katolik itu dirangkai dengan doa bersama atas musibah bencana banjir di Sumatera dan Aceh.

Giri Prasta mengatakan, semangat toleransi antarumat beragama harus terus dijaga. Sehingga, situasi Bali tetap aman, damai, dan kondusif, khususnya dalam momentum perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Keamanan dan kenyamanan Bali adalah tanggung jawab bersama. Toleransi dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Bali,” kata Giri Prasta, Rabu (31/12/2025) malam.

Usai memantau keamanan di Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Wagub mengikuti zoom meeting bersama Kapolri di kawasan Discovery Kartika Plaza, Kuta.

Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan, secara umum situasi di Bali, khususnya di wilayah Kuta, dalam kondisi kondusif dan terkendali.

Menurut Daniel, Polda Bali menerjunkan 1.783 personel, dengan penebalan 237 personel tambahan.

Mobilitas wisatawan dan warga di kawasan Kuta diperkirakan ada 12 ribu orang, di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dikunjungi sekitar 10 ribu orang dan wilayah Canggu sekitar 18.500 orang.

“Wisatawan domestik mengalami penurunan. Fenomena berbeda terjadi di jalur darat, khususnya Pelabuhan Gilimanuk, yang mengalami peningkatan signifikan hingga 50-60 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Daniel.

Sedangkan, kedatangan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai periode 18-31 Desember menunjukkan peningkatan wisatawan mancanegara sekitar 4 persen.

Secara daring, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur pengamanan di Bali.

“Namun, perlu tetap diwaspadai karena saat ini musim hujan. Waspadai potensi cuaca ekstrem dan gelombang laut, serta terus memantau keselamatan penerbangan di bandara,” kata Agus Subiyanto. (Way)