KORANJURI.COM – Usai menjalani program magang di SMK Kesehatan Purworejo selama 2 bulan, 4 mahasiswa STAINU Purworejo ditarik kembali ke kampus, Senin (17/10/2022).
Acara penarikan mahasiswa magang ini dikemas dalam sebuah acara seremonial, yang dihadiri Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., dosen pembimbing magang Prawidya Lestari, M.Pd.I., dua guru pamong dan mahasiswa peserta magang.
Menurut Nuryadin, selama menjalani magang dua bulan dari tanggal 9 Agustus sampai 17 Oktober 2022, para mahasiswa dari jurusan Pendidikan Agama Islam ini telah mendapatkan ilmu, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga nanti mereka bisa lebih baik lagi ketika nanti lulus.
“Karena mereka sudah dihadapkan langsung pada realitas dunia pendidikan di lapangan. Jadi teori yang dia dapatkan di kampus kemudian langsung diaplikasikan di lapangan. Diharapkan mereka punya pengalaman baru atau teori baru,” kata Nuryadin usai kegiatan sambil berharap, semoga kerjasama tersebut bisa dilanjutkan lagi di tahun berikutnya.
Prawidya Lestari selaku dosen pembimbing magang dari STAINU Purworejo mengucapakan banyak terimakasih kepada keluarga besar SMK Kesehatan Purworejo, khususnya kepada kepala sekolah.
“Sebagai penanggungjawab lembaga magang, beliau telah memberikan pengalaman yang luar biasa kepada anak kami, mahasiswa bimbingan kami, khususnya tentang kedisiplinan, jiwa enterpreneur. Dan itu jarang sekali bisa kami dapatkan selain dari sosok Pak Nuryadin,” ujar Prawidya Lestari, yang berharap kerjasama antara dua lembaga ini bisa berlanjut ke tahun-tahun berikutnya dan saling memberikan dukungan untuk maju bersama.
Dijelaskan pula oleh Prawidya Lestari, selama menjalani magang, para mahasiswa ini mengajar di kelas, minimal ada 10 kali tatap muka yang harus mereka lakukan. Selain itu, mereka juga harus di tempa dari sisi lain, jadi tidak hanya kemampuan dalam menghandle kelas dengan menguasai pengetahuan tapi juga mereka punya nilai plus, apalagi untuk membimbing siswa
“Karena backgroundnya itu guru Pendidikan Agama Islam, jadi mereka itu mengambil peran di boarding school-nya, di asrama, dengan memberikan pembelajaran kitab kuning. Mereka juga berperan ke Rohis dan membantu kegiatan lainnya,” terang Prawidya Lestari.
Magang, menurut Prawidya Lestari, memang kegiatan akademik yang wajib dilakukan mahasiswa di semester 7, setelah sebelumnya mereka mendapatkan teori. Magang ini kesempatan mereka untuk mempraktekkan teori dan tahu lapangan yang sebenarnya, juga
untuk menambah kompetensi agar menjadi guru yang profesional,” ungkap Prawidya Lestari.
Selama menjalani magang, keempat mahasiswa didampingi dua guru pamong dari SMK Kesehatan Purworejo, Daimurahman, M.Pd.,dan Wahyu Oktavia S.Pd.
“Teman-teman magang sangat antusias dalam kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah, baik di pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Dan ini yang membedakan kami dengan sekolah lain,” kata Daimurahman.
Selama magang, para mahasiswa ini juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Di Rohis yang merupakan garda terdepan dalam syiar Islam di sekolah, mereka ikut membantu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Manasik Haji, LDK Rohis, BTQ, serta memberikan kajian setiap minggu.
“Harapan kami, setelah magang ini para mahasiswa akan memperoleh banyak pengalaman baik dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, terutama di kegiatan keagamaan,” harap Daimurahman.
Ahmad Sururudin, salah satu mahasiswa magang merasa bangga dan senang bisa magang di SMK Kesehatan Purworejo. Selama magang, yang dilakukannya observasi lingkungan dan memberikan pembelajaran dengan latihan mengajar.
“Luar biasa. Ada beberapa hal yang tidak kita dapatkan ilmunya di kampus, tapi disini malah ada, terutama dalam hal jiwa kepemimpinan dan ketertiban,” pungkas Ahmad Sururudin. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
