KORANJURI.COM – Bank Indonesia memperkirakan triwulan II menjadi awal penguatan ekonomi Bali hingga akhir tahun 2022. Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho mengatakan, pemulihan ekonomi itu didorong akselerasi vaksinasi booster.
Kemudian, pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK), serta kebijakan Pemerintah dalam mendorong peningkatan wisatawan ke Bali.
“Seperti perluasan pemberlakuan pelayanan visa on arrival, penambahan jumlah maskapai dan frekuensi direct flightdari luar negeri ke Bali, semua itu mendorong pemulihan ekonomi Bali hingga akhir tahun,” kata Trisno, Senin, 8 Agustus 2022.
Selain itu, penyelenggaraan event di Bali dan Presidensi G20 menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di bulan November 2022, juga diprakirakan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali triwulan II 2022 secara tahunan tumbuh sebesar 3,044 (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan 1,459 (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Realisasi pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan Il 2022 ini sejalan dengan proyeksi dan hasil survei Bank Indonesia. Peningkatan itu bersumber dari kenaikan Kinerja akomodasi Makan dan Minum (Akmamin), industri pengolahan, dan transportasi.
“Penyelenggaraan berbagai event strategis di Bali mendorong kenaikan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Bali pada triwulan II 2022,” kata Trisno.
Kenaikan jumlah wisatawan tersebut telah mendorong tingkat hunian hotel dan penjualan restoran, serta kenaikan jumlah penerbangan domestik dan luar negeri.
Sementara itu, kinerja industri pengolahan meningkat didorong oleh kenaikan permintaan seiring dengan peningkatan aktivitas wisatawan mancanegara dan peningkatan permintaan global.
Berdasarkan sisi pengeluaran, berlanjutnya pemulihan ekonomi terutama bersumber dari peningkatan ekspor jasa sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara pada triwulan II 2022.
Selain itu, ekspor barang juga meningkat didorong kenaikan permintaan dan semakin banyaknya direct flight ke luar negeri.
Sementara, pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga tumbuh meningkat ditopang oleh peningkatan konsumsi pada momen musim liburan dan perayaan berbagai HBKN di tengah pencairan THR dan gaji ke-14 Aparatur Sipil Negara (ASN). (Way)
