KORANJURI.COM – Ada yang berbeda di halaman SMK Batik Perbaik Purworejo pekan ini. Pasca Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS), OSIS SMK Batik Perbaik Purworejo menggelar class meeting dengan konsep yang sangat unik bertajuk “Ocean Spirit Classmeet”.
Mengambil inspirasi dari dunia bawah laut ala SpongeBob SquarePants dan Kota Bikini Bottom, kegiatan yang berlangsung dari Selasa (16/12/2025) hingga Kamis (18/12/2025) ini diikuti semua siswa serta guru, dan berhasil memadukan berbagai konsep mulai dari foto both, dress code hingga serangkaian kegiatan dan perlombaan serta kearifan lokal.
Ketua OSIS SMK Batik Perbaik Purworejo Tri Lestari, menjelaskan bahwa tema ini dipilih untuk memberikan penyegaran total bagi siswa dan guru setelah melewati masa ujian yang berat.
“Kami memadukan unsur ocean dengan kearifan lokal. Uniknya, kami mengajak siswa, guru, hingga panitia untuk mengenakan pakaian khas lokal seperti sarung dan daster dalam perlombaan,” ujar Tri Lestari, siswa kelas XI RPL, Rabu (17/12/2025).
Menurut Tari, panggilan akrab Tri Lestari, terdapat tujuh perlombaan utama yang digelar, yakni Pingpong Berdasarter khusus untuk bapak/ibu guru, Futsal Bersarung: menambah tantangan fisik dan kelucuan, Kepiting Melingkar: lomba kerja sama tim menggunakan sedotan, Voli Air: menggunakan sarung sebagai alat pelontar bola air, Bola Trenggiling, Kursi Panas, dan Cerdas Cermat.
“Dengan kegiatan ini kita tidak hanya sekedar bermain, tapi menyelam bersama dalam kebersamaan naik ke permukaan dengan semangat yang baru,” ujar Tari, didampingi Auraisa Pasanaila Leilani Bendahara OSIS.
Auraisa menambahkan, kemeriahan tidak hanya datang dari jenis lomba, tetapi juga dari dress code para panitia. Menurut siswa kelas XI MP 1 ini, panitia tampil habis-habisan untuk menghidupkan suasana.
“Hari pertama, panitia laki-laki memakai daster dan perempuan memakai baju koko. Di hari kedua, kami melakukan cosplay menjadi tokoh-tokoh di kartun SpongeBob. Kami ingin siswa merasakan sensasi baru yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Auraisa.
Dari event pertama yang dikemas dalam bentuk berbeda ini, ujar Auraisa, bisa dijadikan untuk pengalaman dan kedepannya mungkin bisa mengambil tema lain agar para siswa merasakan sensasi baru.
Dibalik konsepnya yang terkesan “nyeleneh”, kegiatan ini merupakan hasil diskusi panjang dan latihan kepemimpinan bagi para siswa.
Waka Kesiswaan, Agus Sutrasno, S.Pd., menegaskan bahwa pihak sekolah sengaja membebaskan kreativitas OSIS.
“Anak-anak diberi waktu satu minggu untuk berdiskusi di balik layar. Semua kegiatan ini adalah hasil forum diskusi mereka sendiri. Harapannya, mereka merasa memiliki hasil karya ini dan belajar bertanggung jawab atas apa yang mereka rencanakan,” terang Pak Agus.
Melalui Ocean Spirit Classmeet, sebut Agus, SMK Batik Perbaik Purworejo membuktikan bahwa kegiatan sekolah bisa dikemas secara kreatif, mempererat solidaritas, dan tetap menjunjung tinggi identitas lokal di tengah gempuran tren modern. (Jon)
