Tari Kolosal Garuda Wisnu Kencana SMAN 1 Simo Boyolali Kuatkan Program Merdeka Belajar

oleh
Penampilan tari kolosal garuda wisnu kencana oleh siswa siswi SMA N 1 Simo, Boyolali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Siswa siswi SMA Negeri 1 Simo, Boyolali, memukau penonton saat menampilkan pagelaran Tari Kolosal Garuda Wisnu Kencana, pada upacara penurunan bendera merah putih memperingati HUT RI ke 78 di lapangan Simo, Boyolali.

Keterangan gambar : Kepala sekolah SMAN 1 Simo, Boyolali. Jumadi, S.Pd, M. Pd/foto: Koranjuri

Tari Garuda Wisnu Kencana merupakan tarian kontemporer karya koreografer Agus Triyono. Salah satu staf pengajar di SMA Negeri 1 Simo dari ISI Surakarta. Pagelaran Tari Garuda Wisnu Kencana merupakan implementasi Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada program Merdeka Belajar.

Menurut Jumadi, S.Pd,.M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Simo Boyolali, Tari Garuda Wisnu Kencana merupakan program implementasi Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sekaligus penerapan Kurikulum Merdeka.

Keterangan gambar : Pegiat budaya sejarah R. Surojo dan Koordinator P5 SMAN 1 Simo Boyolali, Endri Prih Handayani, S. Psi. / Foto: Koranjuri

Garis besarnya penampilan tari kolosal tersebut tidak semata mata merupakan implementasi saja, namun juga untuk mengisi dan memeriahkan peringatan HUT RI ke 78.

Jumadi berharap, melalui Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila peserta didik dapat mengimplementasikan sila Pancasila dalam keseharian. Memiliki karakter dan jati diri sesuai dengan kearifan yang ada. Serta menumbuhkan rasa kebersamaan, toleransi dan kegotong royongan, agar mampu menjadi generasi unggul yang beradab dan berbudi pekerti luhur.

Dijelaskan oleh Endri Prih Handayani, S.Psi, selaku koordinator Project Profil Penguatan Pelajar Pancasila, pagelaran tari kolosal Garuda Wisnu Kencana mengambil tema ’Bangunlah Jiwa Raganya’.

Dengan merangkai beberapa unsur koreografer seperti seni tari, seni silat dan senam ke dalam sebuah karya tari kolosal, yang di ikuti sebanyak 360 siswa siswi SMAN 1 Simo Boyolali.

“Tari tersebut menceritakan tentang kesaktian seekor burung garuda yang kemudian dijadikan sebagai symbol lambang negara,” ujarnya

Endri berharap, dengan adanya penampilan Tari Kolosal Garuda Wisnu Kencana siswa siswi akan mengenal sejarah bangsa. Sebab bangsa yg baik adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.

Semangat para pahlawan dalam memerdekaan bangsa dan negara juga dapat menjadi contoh bagi para pelajar dalam proses belajar mengajar di sekolah, sebab dari pundak merekalah bangsa dan negara ini diteruskan.

Yang sama, selaku pegiat budaya dan sejarah asal Boyolali, R. Surojo mengapresiasi pentas Tari Kolosal Garuda Wisnu Kencana yang memiliki esensi nilai nilai kebangsaan. Diantaranya lambang negara bendera Merah Putih yang memiliki makna keberanian dan kesucian. Selain itu, merah putih juga diartikan sebagai perwujudan symbol jiwa dan raga manusia.

Keduanya kata R. Surojo, saling melengkapi dan menyempurnakan Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki adi luhung budaya.

Dalam penampilan Tari Garuda Wisnu Kencana terdapat beberapa orang penari membawa gunungan wayang, yang di lambangkan sebagai sebuah kehidupan.

Gunungan wayang memiliki bentuk mengerucut keatas sebagai symbol perjalanan kehidupan manusia. Semakin tua manusia ia akan semakin mengerucut ke atas.

Simbol perwujudan perjalanan laku kepada Tuhan Sang Maha Pencipta dalam menyatukan jiwa, rasa, cipta, karsa dan karya.

Gunungan juga penggambaran makna merah putih yang di dalamnya berisi gambar lambang burung garuda dengan perisai di dada, sebagai sebuah symbol kebhinnekaan, kerukunan dan kebersamaan meski berbeda suku, agama dan ras.

Sekaligus pembeda identitas antara satu negara dengan negara lain. Pembeda identitas tersebut seperti halnya bendera, bahasa, lambang negara, semboyan bangsa, lagu kebangsaan, dasar falsafah, konstitusi negara, bentuk negara dan system bernegara.

Ideologi kata Surojo juga bagian dari budaya bangsa yang harus di tekankan pada generasi muda sekarang ini. Oleh sebab itu melalui tarian ini diharapkan dapat menjadi pioneer bagi majunya kesenian dan tari yang di landasi dengan nilai nilai bangsa.

“Tari Kolosal Garuda Wisnu Kencana merupakan visualisasi ideologi bangsa yang di eskplor dalam sebuah seni tari agar masyarakat dan siswa dengan mudah memahaminya,” pungkas R Surojo. (Tok/Dk)