KORANJURI.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tahun ini, akan melakukan bedah rumah untuk 1.800 unit rumah tak layak huni di seluruh Bali.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, jumlah rumah yang akan dibedah naik 5.800 persen dibandingkan tahun 2025 hanya 31 unit rumah.
“Tahun lalu Bali hanya dapat 31 bedah rumah, tahun ini 1.800 unit rumah yang akan dibedah, peningkatannya 58 kali. Ini perjuangan pak gubernur yang memperjuangkan rakyatnya dengan sangat baik, nanti akan segera kita kerjakan,” kata Ara di Art Center Denpasar, Senin, 16 Maret 2026.
Secara nasional, tahun 2025 pemerintah menggelontorkan anggaran bedah rumah untuk 45 ribu rumah tak layak huni. Tahun ini meningkat menjadi 400 ribu unit.
“Tahun lalu ada 222 kabupaten/kota yang tidak dapat, tahun ini semuanya dapat,” ujarnya.
Kuota bedah rumah yang naik signifikan itu, akan memberikan dampak multi yang luas seperti, penyerapan tenaga kerja, hingga permintaan material bangunan yang meningkat.
Pada hari yang sama, Maruarar Sirait juga meninjau lokasi lahab rumah susun di kawasan Sesetan, Denpasar. Hunian perkotaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu terdapat 60 unit kamar.
Terdiri dari 2 unit untuk penyandang disabilitas dan 58 unit reguler bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ukuran setiap unit 26 x 128 meter.
Rumah vertikal itu menyasar kalangan seniman yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah. Menurut Ara, konsep hunian vertikal itu harus berdekatan dengan fasilitas layanan publik.
“Bagus juga konsepnya, kalau nanti paling banyak seniman yang mendapatkan unit di Rusun itu. Prinsipnya, tempat kerja dan tempat tinggal tidak terlalu jauh seperti, pendidikan, tempat ibadah, sekolah, pasar, tidak terlalu jauh, untuk mengurangi kemacetan dan cost,” jelas Ara. (Way)
