KORANJURI.COM – Menangguk sukses pada perhelatan CHANDI Summit 2025, Bali kembali dipercaya sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya pada Agustus mendatang di Nusa Dua, Bali.
Seharusnya, pertemuan kebudayaan Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy and Innovation setiap tahun digelar secara bergilir oleh negara anggota.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta mengatakan, negara peserta mempercayakan Bali kembali jadi tuan rumah tahun ini.
“Tahun lalu, konferensi budaya ini dihadiri perwakilan dari lebih dari 43 negara dengan total partisipasi sekitar 5.000 peserta. Selain itu, siaran tunda kegiatan tersebut juga mencatat jumlah penonton lebih dari empat juta orang,” jelas Bambang di Denpasar.
CHANDI Summit merupakan pertemuan yang membahasa tentang masa depan kebudayaan di negara peserta. Kegiatan diplomasi budaya mencakup saresehan, diskusi tematik, hingga pertukaran narasi kebudayaan antarnegara.
Tahun ini, forum tersebut mengusung tema ‘Culture in Action’, yang menekankan implementasi nyata nilai-nilai budaya dalam kehidupan global yang dinamis.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kesiapan Bali untuk memberikan dukungan penuh. Khususnya, dalam penguatan nuansa budaya pada berbagai rangkaian acara.
“Kita bisa support dekorasi untuk welcoming dinner dan acara inti, menghadirkan tari dan gamelan. Bahkan bisa disiapkan fragmen tari yang mengimplementasikan tema besar tersebut dan nuansa budaya harus kuat,” ujar Koster.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen membangun daerah berbasis penguatan kebudayaan. Keterlibatan masyarakat terhadap kebudayaan Bali sangat tinggi dan membuatnya tetap hidup dan berkembang.
“Regenerasi pelaku budaya pun berlangsung secara alami, terutama melalui partisipasi generasi muda dalam berbagai aktivitas seni dan tradisi,” jelasnya.
Dalam perhelatan CHANDI Summit 2026 nanti, dirinya akan menghadirkan seniman lokal. Termasuk, menghadirkan instalasi bertema ogoh-ogoh sebagai representasi kreativitas budaya Bali. (Way)
