KORANJURI.COM – SMPN Sekuting Terpadu Lampung, mengadakan studi banding ke SMPN 4 Purworejo dengan melakukan kunjungan pada Selasa (13/12/2022). Delegasi dari SMPN Sekuting Terpadu Lampung dipimpin Kepala Sekolah Nuryadin, S.Ag.
Kedatangan tamu spesial dari Lampung ini disambut Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Kusnaeni, M.Pd., yang didampingi Kepala SMPN 4 Purworejo Suswanto, S.Pd., M.M.Pd., beserta para guru, yang ditandai dengan pengalungan bunga kepada Kepala SMPN Sekuting Terpadu Lampung.
Hal sebaliknya juga dilakukan pihak SMPN Sekuting Terpadu Lampung dengan pengalungan kain khas Lampung kepada perwakilan tuan rumah, Sekdin Kusnaeni dan Kepala Sekolah Suswanto.
Iringan gamelan yang dimainkan para siswa, mengiringi prosesi penyambutan, yang dilanjutkan dengan pementasan Tari Gambyong dari tuan rumah, sebagai sambutan selamat datang. Usai penyambutan, dilanjutkan dengan acara seremoni di aula pertemuan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN Sekuting Terpadu Lampung Nuryadin menyampaikan, kunjungan atau studi banding tersebut intinya ingin melihat kemajuan yang sudah dicapai SMPN 4 Purworejo.
“Semoga dapat menambah silaturahmi dan persaudaraan,” ujar Nuryadin.
Dijelaskan, SMPN Sekuting merupakan sekolah yang baru berdiri tahun 2014, yang awalnya didirikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Barat untuk menjadi sekolah unggulan di Lampung Barat. Namun prestasi SMPN Sekuting mengalami penurunan sejak ada ketetapan tentang zonasi.
“Awalnya semua yang masuk diseleksi hingga berbagai tahap,” ungkap Nuryadin.
Untuk mendukung sekolah terpadu, cerita Nuryadin, dirinya ikut pertukaran Kepala Sekolah tahun 2015 dengan SMPN 5 Purworejo yang waktu itu Kepala Sekolahnya Kusnaeni, selama 15 hari.
Dengan studi banding ini, Nuryadin ingin siswa dan guru mengambil sisi baik, terutama dalam Kurikulum Merdeka, juga dari sisi ekstrakurikuler yang dananya diambil dari uang komite.
“Saya merasa terharu atas sambutan yang meriah baik dari siswa maupun guru SMPN 4 Purworejo,” ujar Nuryadin mengungkapkan perasaannya sambil menyebut, dalam studi ini diikuti 128 siswa yang merupakan perwakilan dari semua kelas serta beberapa guru.
Mewakili sekolah, Suswanto juga menyampaikan, sebuah kehormatan besar bagi keluarga besar sekolahnya, dikunjungi SMPN Sekuting Terpadu Lampung. Hal ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi sekolah, bahwa SMPN 4 Purworejo layak dijadikan sebagai tempat studi banding.
“Salah satu tujuan dari studi banding ini, tentang pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMPN 4 Purworejo. Kunjungan ini bisa menjadi motivasi untuk teman-teman supaya menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujar Suswanto.
Setelah penyambutan secara seremonial, dilanjutkan dengan Pentas Budaya dari kedua belah pihak. Dari SMPN 4 Purworejo menampilkan kesenian Ndolalak, dan dari SMPN Sekuting Terpadu Lampung menampilkan Tari Sembah Batin, Cetik dan Tari Nyambai. Penampilan kedua budaya daerah ini mampu memukau semua hadirin.
Para tamu juga berkesempatan melihat pameran aneka makanan tradisional hasil karya siswa, yang merupakan hasil dari Projek P5 dengan tema Kearifan Lokal.
Atas kunjungan Studi Banding ini, Masrukhin sebagai Ketua Komite SMPN 4 Purworejo menyebut hal itu sebagai suatu hal yang luar biasa karena ternyata dari SMPN Sekuting Terpadu Lampung ingin belajar tentang dunia pendidikan di SMPN 4 Purworejo dari berbagai macam aspek.
“Contoh dengan Kurikulum Merdeka, aktifitas anak ditunjukkan dengan kesenian dan pemeran makanan tradisional,” ujar Masrukhin.
Daya nalar anak, kata Masrukhin, menjadi bertambah karena dengan aktifitas di luar kelas dengan kegiatan positif mereka memperoleh pengetahuan yang luar biasa. Mereka tahu akan ada kunjungan dari sekolah lain. Dari kunjungan ini dari siswa memberikan dampak positif.
“Komite juga sangat mendukung. Kegiatan ini menjadi media untuk edukasi bagi semua,” ujar Masrukhin.
Prayogo S, salah satu alumni SMPN 4 Purworejo yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat mendukung dengan kunjungan atau studi banding ini. Menurutnya, yang penting bagaimana memajukan sekolah sehingga bisa terjual dengan nama yang baik sehingga akan membawa nama baik.
“Siswa juga mengenal budaya Lampung. Dari kunjungan ini, bisa diambil yang baik untuk menentukan langkah kedepannya,” kata Prayogo. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
