KORANJURI.COM – Indosat Ooredoo Hutchison merumuskan tujuan jangka panjang menjadi perusahaan AI TechCo.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, Indosat menyesuaikan izin usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020.
Transformasi menjadi AI TechCo salah satunya diwujudkan dalam pengembangan layanan berbasis data di sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan digital.
Dalam perjalanannya sebagai AI TechCo, Indosat mencetak berbagai tonggak penting. Termasuk menjadi operator pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan teknologi AI-RAN secara komersial.
Kerjasama dicapai dengan Nokia dan NVIDIA dalam ajang Mobile World Congress 2025 di Barcelona. Teknologi ini mendukung efisiensi 5G Cloud RAN dan mengurangi konsumsi energi secara signifikan.
Selain itu, Indosat juga mengeksplorasi adopsi AI di berbagai vertikal industri, salah satunya dengan menggelar acara Indonesia AI Day for Mining Industry.
“Pertambangan adalah satu dari berbagai sektor yang berpotensi memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” ujarnya.
Dividen Rp2,7 Triliun
Vikram menambahkan, sejalan dengan transformasi menuju AI-TechCo, pembagian dividen senilai Rp2.702.617.958.197 menegaskan komitmen memberikan nilai jangka panjang.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024, nilai dividen setara dengan Rp83,3 per saham.
Sejak merger pada awal tahun 2022, Indosat menunjukkan tren pertumbuhan dividen yang kuat, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan fokus pada pengembalian nilai bagi pemegang saham.
“Ini menjadi bukti nyata neraca keuangan yang sehat serta komitmen memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham,” kata Vikram.
Selain itu, Indosat telah menetapkan kebijakan pembagian dividen dengan target pembagian hingga 70% dari laba bersih tahun 2026. Sekaligus, melanjutkan investasi dalam transformasi menjadi AI TechCo. (Way)
