KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo, melakukan benchmarking (studi tiru) ke SMK Kesehatan Letris Indonesia 2 di Tangerang, Kamis (20/10/2022).
Dipimpin Kepala Sekolah Nuryadin, S.Sos., M.Pd., peserta studi tiru berjumlah 20 orang, terdiri dari Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen, waka dan stafwaka, guru produktif, perwakilan guru dan TU.
Kedatangan rombongan SMK Kesehatan Purworejo ini diterima
Kepala SMK Kesehatan Letris Indonesia 2, Tri Widiarti, M.Pd., dan jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Widiarti mengucapakan selamat datang kepada rombongan SMK Kesehatan Purworejo.
“Semoga kedepannya SMK Kesehatan Purworejo dan SMK Kesehatan Letris Indonesia 2 bisa maju bersama-sama,” ujar Tri Widiarti.
Usai kunjungan, Nuryadin mengungkapkan, bahwa studi tiru tersebut diadakan karena merupakan bagian dari program SMK PK dan komitmen sekolah untuk mengembangkan Teaching Factory (TeFa) yang baru saja dilaunching.
“Teaching Factory akan dikembangkan menjadi sebuah unit usaha yang mendukung operasional sekolah dan juga bagian dari publikasi sekolah, dalam rangka optimalisasi sarana prasarana dan sumberdaya manusia yang kita miliki,” ujar Nuryadin.
Selama kunjungan yang berlangsung sehari itu, Nuryadin sudah mendapat gambaran umum tentang pengembangan TeFa yang ada di sekolah SMK Kesehatan Letris Indonesia 2.
TeFa Keperawatan di SMK Kesehatan Letris Indonesia 2 ini, melayani tes kesehatan dan Jasa Perawatan Mom and Baby Treatment, Skincare, Home Care dan Relaksasi.
Menurut Nuryadin, dari hasil kunjungan studi tiru ini banyak hal yang didapat dan akan segera diskusikan.
“Akan kita amati, tiru dan modifikasi (ATM), sehingga nanti TeFa SMK Kesehatan Purworejo benar-benar bisa berkembang dan bermanfaat baik untuk sekolah maupun masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Nuryadin, yang didampingi Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen Ir Ari Tiasadi. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
