KORANJURI.COM – Irfan Safaruddin, siswa kelas XII jurusan BKP (Bisnis Kontruksi dan Properti) SMK YPP Purworejo, berhasil meraih prestasi dalam LKS SMK tahun 2023 tingkat provinsi Jateng. Dalam ajang bergengsi ini, Irfan berhasil meraih juara harapan 3 atau berada di peringkat 6 untuk mata lomba Bricklying.
Dari belasan peserta yang mengikuti lomba bergengsi yang digelar di penghujung bulan Mei lalu ini, Irfan merupakan satu-satunya peserta dari SMK swasta. Tentunya, prestasi yang diraih Irfan sangat membanggakan almamaternya.
Sugiatno, S.Pd., pembimbing dan pendamping Irfan dalam LKS tingkat propinsi Jawa Tengah menjelaskan, Bricklying merupakan pemasangan bata ekspose atau bata indah, yang notabene kalau dilombakan hingga tingkat Asia dan dunia.
Dari SMK YPP Purworejo sendiri, kata Sugiatno, sering dan hampir tiap tahun selalu maju dalam LKS tingkat propinsi dalam mata lomba Bricklying ini. Rekor tertinggi dalam mata lomba ini di tingkat propinsi juara harapan 1 atau rangking 4.
“Perolehan ini bisa berbeda-beda tiap tahunnya. Begitu juga dengan peserta yang mengikuti mata lomba Bricklying ini jumlahnya juga berbeda-beda,” jelas Sugiatno, Kamis (15/06/2023).
Sugiatno melihat, lomba bergengsi untuk anak-anak SMK ini juga membuktikan adanya pengakuan di dunia industri. Para peserta lomba Bricklying sering dilirik oleh perusahaan-perusahaan terkenal. Disamping untuk promosi sekolah, juga untuk promosi siswa di dunia industri.
Seperti halnya tahun ini, para Bricklyer atau peserta Bricklying yang ikut LKS tingkat propinsi dari seluruh Indonesia ada penawaran kerja di Belanda dengan nominal gaji perhari mencapai Rp 3,5 juta. Tapi Irfan Safaruddin menolaknya karena ingin kuliah.
“Dengan seringnya melaju hingga tingkat provinsi, pada jurusan BKP ini saya berharap, untuk bisa tetap eksis dan menjadi pencetak tenaga sumber daya manusia untuk tingkat menengah,” harap Sugiatno.
Irfan Safaruddin yang saat mengikuti LKS masih berstatus siswa kelas XII dari jurusan BKP (Bisnis Kontruksi dan Properti) mengaku, tingkat kesulitannya saat mengikuti LKS ada di ketelitian.
“Yang dinilai antara lain kerapian, ukuran, kesikuan, ketegakan, waterpass. Alhamdulillah berhasil menyelesaikan semuanya. Meski baru berada di peringkat 6, tapi saya puas bisa sampai tingkat propinsi,” ujar Irfan, yang akan melanjutkan studinya di AMIKOM Jogja ini.
Mugi Widodo, S.Pd., selaku Kepala SMK YPP Purworejo menjelaskan, dalam LKS tingkat propinsi ini, sebenarnya dari SMK YPP Purworejo maju pada tiga mata lomba, yakni, Bricklying diwakili Irfan Safaruddin, Industrial Control diwakili Ario Hanggasetiawan dan Plastic Die Engineering/Mould Making diwakili Rizky Nugroho.
Dari ketiganya yang berprestasi mata lomba Bricklying. Untuk dua mata lomba lainnya belum bisa mengukir prestasi. Mugi berharap, mudah-mudahan di LKS tahun depan bisa berprestasi.
“Harapannya terkait dengan program keahlian BKP yang peminatnya agak kurang, dengan adanya prestasi ini bisa menjadi bentuk promosi bahwa kita bisa bersaing. Peluang kerja jurusan BKP terbuka luas,” pungkas Mugi. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
