Shadiqin Tiba di Jakarta, Nelayan Asal Aceh yang Hanyut 30 Hari dan Terdampar di Sri Lanka

oleh
Shadiqin (40) nelayan asal Aceh yang hanyut sampai Sri Lanka akhirnya kembali lagi ke Tanah Air, Senin, 16 Maret 2026 - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Shadiqin (40), nelayan asal Aceh akhirnya berhasil kembali ke tanah air, usai hanyut selama 30 hari hingga terdampar di Sri Lanka.

Nelayan asal Desa Meulingge, Kabupaten Aceh Besar itu, dilaporkan melaut dari wilayah perairan Aceh.

Sebelumnya, ia sempat hilang kontak dan akhirnya ditemukan oleh kapal ikan Sri Lanka pada Minggu, 8 Maret 2026 di perairan selatan Sri Lanka.

Saat ditemukan, kondisi Shadiqin dalam kondisi lemah setelah terapung di laut selama sekitar satu bulan.

Dia tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 13.35 WIB. Ia diterbangkan dari Kolombo, ibukota Sri Lanka menuju Jakarta.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Galih P. Kartika Perdhana menjelaskan, pemulangan Shadiqin difasilitasi Kedubes RI di Kolombo bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Imigrasi memastikan setiap proses kedatangan warga negara Indonesia dari luar negeri dapat berlangsung cepat dan sesuai prosedur,” kata Galih, Senin, 16 Maret 2026.

Tiba di Bandara Soetta, Shadiqin menjalani prosedur keimigrasian. Pemeriksaan dokumen perjalanan tetap dilakukan sesuai prosedur.

“Kami memberikan kemudahan dalam proses kedatangan agar yang bersangkutan dapat segera melanjutkan proses pendampingan oleh instansi terkait,” ujarnya. (Thalib)