Selama Operasi Ketupat Candi 2023, Kejadian Lakalantas di Purworejo Ada Kenaikan

oleh
Petugas dari Satlantas Polres Purworejo tengah menangani kejadian laka lantas dalam Operasi Ketupat Candi 2023 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2023 yang dilaksanakan sejak 18 April 2023 hingga 1 Mei 2023, angka lakalantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Purworejo mengalami kenaikan dibanding operasi serupa pada 2022.

Jika pada 2022 terjadi 4 kejadian lakalantas, maka di tahun 2023 meningkat menjadi 35 kejadian lakalantas berdasarkan LP yang diterima.

“Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya, karena saat itu masih pandemi Covid 19 dan mudik dilarang,” jelas Kasatlantas Polres Purworejo melalui Kanit Gakum Iptu Eko Rosdianto, SH, Kamis (04/05/2023).

Dari 35 kejadian lakalantas tersebut, 9 diantaranya merupakan laka tunggal, 22 vs (tabrakan), dengan korban luka ringan 36 orang dan meninggal dunia 4 orang.

Menurut Eko, keempat korban meninggal dunia ini, M (47), warga Gebang, dengan lokasi kejadian di jalan raya Gebang, korban S (72), warga Loano dengan lokasi kejadian di desa Trirejo, Loano, P (74) warga Ketawangrejo dengan lokasi kejadian di Ketawangrejo, Grabag dan S (41) warga Kutoarjo dengan lokasi kejadian di desa Bayem, Kutoarjo.

“Korban meninggal dunia merupakan warga lokal, dalam arti bukan pemudik,” ungkap Eko.

Untuk kejadian laka tunggal, Eko menyebut, didominasi dengan faktor utama jalan rusak. Ke 9 kejadian laka tunggal ini lokasi kejadiannya ada di Desa Kentengrejo (Purwodadi), Desa Bapangsari (Bagelen), Desa Dadirejo (Bagelen), Desa Bapangsari (Bagelen), Desa Lugosobo (Gebang), Desa Andong (Butuh), Kelurahan Sindurjan (Purworejo), Desa Sangubayu (Grabag) serta Desa Kalirejo (Bagelen).

Dari kejadian laka lantas tersebut, terang Eko, total kerugian materialnya mencapai Rp 14 juta. Dan secara keseluruhan, faktor utama terjadinya lakalantas 80 persen karena human eror.

“Kita himbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi rambu-rambu lalulintas, jangan lupa berdoa dan lebih berhati-hati karena banyak jalan yang berada di desa-desa berlubang,” pungkas Eko. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS