KORANJURI.COM – Gerakan menanam cabai di Kabupaten Buleleng diawali dengan memanfaatkan lahan Pemkab.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, pemanfaatan lahan untuk menjaga produksi bahan pangan juga sebagai pengendali inflasi.
“Ini bukti nyata kolaborasi Forkopimda Kabupaten Buleleng dalam upaya pengendalian inflasi,” kata Dewa Indra saat menghadiri gerakan penanaman cabai di Hutan Kota Banyuasri, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Jumat, 1 Maret 2024.
Dewa Indra yang juga Ketua Satgas Pangan Provinsi Bali menyebut, program pemanfaatan lahan pemerintah juga bisa dilakukan di Kabupaten/Kota lainnya di Bali.
Ia membuka kesempatan bagi pemerintah kabupaten/kota untuk memanfaatkan lahan milik pemprov.
“Lahan milik Pemprov cukup banyak hamparannya. Itu bisa dimanfaatkan untuk hal produktif serta bermanfaat seperti ini,” ujarnya.
Tak hanya cabai, lahan yang ada juga bisa ditanami bahan kebutuhan yang berpotensi menurunkan angka inflasi seperti, bawang serta bunga yang jadi bahan canang sari.
Menurutnya, indeks ketahanan pangan di Bali sejauh ini terjaga dengan baik. Capaian itu jadi penyemangat bagi daerah lainnya di Bali untuk tetap menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
“Kita petakan produksi apa yang cocok dikembangkan di tiap wilayah,” jelasnya.
Luas lahan yang ditanami cabai mencapai 2 hektar. Lahan itu selama 18 tahun merupakan lahan mati yang hanya ditumbuhi semak belukar.
Pemkab Buleleng juga berencana mengembangkan lahan tersebut sebagai city farming dengan infrastruktur lain berupa jogging track.
“Ini tak menggunakan dana APBD. Pembukaan lahannya dibantu TNI, sedangkan bibit tanaman cabai dari Bank Indonesia. Nanti untuk pemeliharaannya akan dilakukan petugas kebersihan,” kata Pj. Bupati Buleleng I Ketut Lihadnyana.
Gerakan tanam cabai itu juga diikuti pencanangan smart farming, penanaman bibit pohon penghijauan dan penebaran bibit ikan pada kolam yang berada di areal lahan. (Way)
