KORANJURI.COM – Event tahunan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) kembali dimulai. Kantor wilayah Bank Indonesia di setiap provinsi menggelar kompetisi yang memadukan transaksi digital, budaya dan pariwisata.
Di Bali, flag off dimulai dari Patung Dewa Baruna, Pantai Kuta dengan diikuti 170 peserta yang dibagi menjadi 57 tim, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Advisor Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Indra Gunawan Sutarto mengatakan, seluruh tim peserta mengemban misi untuk mengkampanyekan transaksi digital kepada wisatawan, UMKM hingga ke masyarakat umum.
“Para peserta diberikan tantangan kampanye dan hasilnya diunggah ke media sosial. Mereka harus mengemas kampanye sekreatif mungkin,” kata Indra.
Kampanye transaksi digital yang dilakukan peserta secara tidak langsung ikut mengangkat budaya, seni dan pariwisata di setiap daerah di Indonesia.
Dalam kompetisi itu, setiap tim peserta membawa sejumlah misi seperti, Money Changer, QRIS Tap untuk Trans Metro Dewata, Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah,
“Termasuk, QRIS Cross Border, Cultural Taste di Desa Penglipuran dan puncaknya di Nusa Lembongan sebagai pulau digital island pada 30 Agustus 2025,” kata Indra.
Tim peserta yang berhasil meraih juara I mendapatkan uang Rp15 juta, juara II Rp12,5 juta dan juara III Rp10 juta.
Indra menambahkan, tim pemenang dari Bali akan bersaing dengan tim asal NTB dan NTT untuk memperebutkan tiket ke Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT.
“Di Pulau Padar akan ada pencanangan QRIS,” kata Indra.
Pulau Padar adalah salah satu pulau terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo. Dua pulau lain yakni Pulau Komodo dan Pulau Rinca.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pemprov Bali Luh Ayu Aryani mengatakan, edukasi QRIS Jelajah Indonesia mendorong masyarakat merubah kebiasaan dalam bertransaksi.
“Digitalisasi salah satu kunci penting dalam percepatan transformasi ekonomi dan memperkenalkan budaya dan pariwisata di daerah,” kata Luh Ayu Aryani. (Way)
