KORANJURI.COM – Sebanyak 90 siswi SMK Batik Perbaik Purworejo ambil bagian dalam Gerakan Nasional Aksi Bergizi, Selasa (01/11/2022), yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Propinsi Jateng, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Purworejo dan Puskesmas Purworejo.
Diawali dengan senam bersama, sarapan bersama, dan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan HB dan tekanan darah, Gerakan Nasional Aksi Bergizi ini ditandai dengan minum tablet tambah darah secara bersama-sama, sambil meneriakkan yel-yel ‘Minum pil penambah darah, tambah glowing, tambah pinter no anemia’.
Dijelaskan oleh Eni Listyarini dari
Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sebagai sasaran dari aksi ini, 90 siswi SMK Batik Perbaik Purworejo.
“Kegiatan ini bertujuan memotivasi remaja putri untuk minum tablet tambah darah secara teratur setiap minggu satu kali, serta ingin menggalang komitmen antara sekolah dengan Puskesmas agar kegiatan ini dapat terus berlanjut tidak hanya berhenti di hari ini saja,” ujar Eni, di sela kegiatan.
Karena memang, kata Eni, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah anemia pada usia remaja, mengingat kondisi di Indonesia itu memang banyak remaja putri yang mengalami anemia, dimana itu akan sangat beresiko ketika nanti mereka sudah menikah dan kemudian hamil, dia akan bisa menghasilkan keturunan yang stunting.
“Itu sangat berbahaya sekali sehingga memang pencegahannya harus sedini mungkin,” ungkap Eni.
Para peserta, menurut Eni, juga diberikan media edukasi berupa buku agenda yang didalamnya berisi informasi-informasi terkait dengan anemia pada remaja. Mereka juga mendapatkan kaos dan tas, yang diharapkan dengan media tersebut, mereka menjadi pre edukator bagi siswi yang lain yang memang tidak berkesempatan untuk ikut pada kegiatan aksi ini.
Para peserta juga mendapatkan informasi secara langsung dari narasumber mengenai gerakan masyarakat hidup sehat dan mengenai konsumsi tablet tambah darah untuk pencegahan anemia.
“Gerakan ini dilaksanakan secara serentak pada 26 Oktober lalu dan berakhir tanggal 3 November, dengan sasaran yang sudah ditentukan,” jelas Eni.
Mereka, kata Eni, rutin setiap minggu satu kali harus mengkonsumsi tablet tambah darah. Kemudian pada saat kondisi sedang menstruasi, disarankan untuk meminumnya setiap hari untuk membantu meningkatkan kadar sel darah merah.
Eni berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti hanya di sini saja. Karena kalau kegiatan minum tablet tambah darah ini tidak dilakukan secara bersama-sama khawatirnya siswi tak akan meminumnya, dan ini sangat beresiko nantinya.
Karena pada saat usia remaja, tingkat aktivitasnya sangat tinggi. Dan remaja putri juga ketika sedang menstruasi darahnya banyak yang keluar sehingga kalau tidak disuplai dengan zat besi dari luar akan beresiko kekurangan HB sehingga mengalami lemas, pucat, kemudian kurang konsentrasi dalam belajar dan pada akhirnya terjadi anemia itu.
Kepala SMK Batik Purworejo, Yati Dwi Puspita Adi, S.Pd., menambahkan, Gerakan Nasional Aksi Bergizi tersebut sebagai implementasi untuk program gerakan masyarakat hidup sehat, yang dihadiri petugas dari Dinas Kesehatan Propinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas Purworejo, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng dan Kementrian Agama.
“Jumlah pesertanya sudah ditentukan. Untuk anak-anak harus rutin meminum tablet tambah darah karena untuk menyeimbangkan zat besi dalam darah supaya bisa terkontrol dan untuk mencegah anemia,” pungkas Pipit, panggilan akrab Yati Dwi Puspita Adi. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
