KORANJURI.COM – Prof. Dr. Ulani Yunus, Dra., M.M., dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi di LSPR Institute of Communication and Business.
Pakar spesialisasi bidang periklanan dan merek ini, menyelesaikan studi sarjana di Universitas Padjadjaran Bandung bidang Hubungan Masyarakat.
Gelar Magister Manajemen diraih di Universitas Bhayangkara Jakarta. Selanjutnya, menempuh pendidikan doktoral di bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Prof. Ulani dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi yang memiliki pengalaman panjang di dunia komunikasi. Mulai dari industri Perbankan, Real Estate, hingga agensi branding.
Di bidang penulisan artikel ilmiah, Prof. Ulani aktif sebagai peneliti dan penulis. Sejumlah artikelnya di jurnal bereputasi nasional maupun internasional.
Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek riset berskala nasional yang didanai Kemenristekdikti
Dalam kapasitasnya sebagai akademisi dan pemimpin organisasi profesi, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum IPPRISIA dan ARCHIE, serta menjadi pengurus pusat ISKI dan anggota ASPIKOM.
Ia sering diundang sebagai pembicara utama dalam forum ilmiah dan konferensi global yang membahas komunikasi, digitalisasi, dan inovasi kreatif.
Sebagai pemikir yang visioner, Prof. Ulani kerap mengeksplorasi isu-isu terkini seperti peran kecerdasan buatan (AI) dalam komunikasi dan branding.
Serta, mendorong pendekatan human-centered dalam pengembangan teknologi.
Dalam orasi ilmiahnya sebagai Guru Besar, ia memperkenalkan gagasan Kreativitas Simbiotik Manusia-AI. Sebuah konsep yang menempatkan AI bukan sebagai pengganti, melainkan mitra kolaboratif bagi kreativitas manusia.
Orasi ilmiahnya berjudul ‘Disrupsi Kreativitas: Kecerdasan Buatan, Etika, dan Senjakala Peran Manusia dalam Kegiatan Branding’.
Bangun Ekosistem Pendidikan Tinggi Standar Internasional
Upacara pengukuhan diselenggarakan di Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Bekasi, Kamis, 3 Juli 2025.
Founder & CEO LSPR Prita Kemal Gani mengatakan, pengukuhan Prof. Dr. Ulani Yunus sebagai Guru Besar menjadi tonggak penting memperkuat keunggulan akademik.
Khususnya, bidang komunikasi strategis, periklanan, dan branding.
“Ini wujud nyata dan bukti komitmen kami dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berstandar internasional,” kata Prita.
Saat ini, jumlah Guru Besar aktif di Indonesia masih rendah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2024 mencatat, dari sekitar 330.000 dosen aktif di Indonesia, hanya sekitar 6.000 orang yang telah mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar.
Di bidang Ilmu Komunikasi, jumlah Guru Besar bahkan masih di bawah 100 orang secara nasional.
“Kehadiran Prof. Ulani membawa perspektif strategis di bidang komunikasi, branding, dan transformasi digital,” kata Prita. (*/Way)
