KORANJURI.COM – Ahmad Tamyis Mujaki (25) menjadi korban ke-18 yang meninggal dunia akibat kebakaran gudang gas elpiji di jalan Cargo, Denpasar pada Minggu (9/6/2024) pagi.
Kasubag Humas RSUP Prof Ngoerah Sanglah dr. I Dewa Ketut Kresna memberikan konfirmasi korban Ahmad Tamyis Mujaki meninggal pada Sabtu (22/6/2024) pukul 16.20 WITA.
“Meninggal tanggal 22 jam 16.20 atas nama Ahmad Tamyis Mujaki,” kata Dewa Ketut Kresna dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu, 23 Juni 2024.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, dengan meninggalnya semua korban polisi tetap menggunakan tiga pasal berlapis.
“Hasil keterangan sebelumnya, pasal-pasal itu sudah mencakup semuanya,” kata Ketut Sukadi.
Hasil temuan Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar mengungkap, kebakaran gudang gas elpiji yang mengakibatkan 18 orang tewas itu dipicu oleh percikan api yang menyambar gas karena kebocoran.
“Percikan api berasal dari dinamo starter mobil pickup, kemudian menyambar valve tabung elpiji ukuran 50 kg yang tidak tertutup rapat,” jelas Ketut Sukadi.
Dari keterangan tersangka Sukojin (50), kata Sukadi, mobil tersebut biasa dikendarai oleh korban bernama Edi. Namun secara pasti tidak ada saksi yang bisa menjelaskan. Seluruh saksi tewas dalam peristiwa kebakaran hebat disertai ledakan itu.
Saat melakukan olah TKP, tim Labfor hanya menemukan kunci yang masih terpasang di starter mobil dalam keadaan terbakar.
“Pusat ledakan dan api kebakaran berada pada bagian tengah gudang elpiji CV Bintang Bagus Perkasa,” jelasnya.
“Hasil olah TKP maupun hasil uji laboratorium yang dilakukan Labfor Polda Bali tidak ditemukan adanya pengoplosan,” tambah AKP I Ketut Sukadi. (Way)
