KORANJURI.COM – SMPN 35 Purworejo menggelar Pilketos (Pemilihan Ketua OSIS) periode 2023/2024, Jum’at (06/10/2023). Pilketos ini merupakan implementasi dari pelaksanaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema Suara Demokrasi.
Berbeda dari Pilketos sebelumnya, kali ini Pilketos dilaksanakan secara digital atau E-voting dengan diikuti empat pasangan calon (Paslon).
Mereka ini, paslon no 1 Fajeri Nur Falakh dan Iklil Isytihar, Paslon no 2 Marsela Agustin dan Dyas Angga Nur Rokhim, Paslon no 3 Lutfiana Charisma Putri dan Wahyu Ryan Setianto dan Paslon no 4 Laura Nur Asyifa dan Naufal Arifin Fernando.
Setelah dilakukan pemilihan secara E-voting, dari 383 suara sah yang masuk, akhirnya terpilih Paslon no 4 Laura Nur Asyifa dan Naufal Arifin Fernando dengan perolehan suara terbanyak, yakni, 225 suara. Paslon ini mengungguli tiga Paslon lainnya.
“Dengan perolehan ini, Laura dan Naufal terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2023/2024,” jelas Didik Handono, S.Pd., Waka Kesiswaan.
Disampaikan oleh Didik, pelaksanaan Pilketos Digital ini merupakan puncak dari kegiatan P5 tema Suara Demokrasi. Pilketos ini melibatkan seluruh keluarga besar SMPN 35 Purworejo, dari siswa, guru dan karyawan.
Sebelum pemilihan dilakukan, serangkaian kegiatan dimulai yang diawali dengan membuat program, disosialisasikan kepada anak-anak dengan memperkenalkan cara berdemokrasi yang diakhiri dengan Pilketos.
Yang melatarbelakangi diadakannya Pilketos Digital ini, menurut Didik, selain karena merupakan program sekolah penggerak, juga lebih praktis, meminimalisir kecurangan dan suara rusak serta penghitungannya cepat.
“Kita selangkah lagi lebih maju dengan memperkenalkan teknologi pada anak. Layaknya pemilu, disini juga dibentuk kepanitiaan pemilihan serta pengawas, yang semuanya dilakukan siswa,” terang Didik.
Tahapan yang dilalui, ungkap Didik, pemilihan calon, pemasangan calon, melatih calon orasi, serta latihan memilih dengan aplikasi. Setelah penetapan paslon, dilanjutkan dengan penyampaian visi misi serta debat calon.
Satu kelas mengajukan satu calon. Kelas 8 sebagai calon ketua, kelas 7 sebagai calon wakil Ketua. Anak memilih memakai laptop, yang diibaratkan sebagai bilik pencoblosan. Untuk menarik pemilih, para calon memakai pakaian tradisional selama proses pemilihan.
“Teknisnya login, mengisi username, kode akses masuk ke server dan bisa langsung memilih calon. Begitu suara masuk langsung dilakukan penghitungan secara otomatis,” ujar Didik, yang didampingi Joko Pranoto Sugeng, S.Pd., Wakil Koordinasi P5.
Joko menambahkan, karena merupakan projek dari P5, selama proses pelaksanaan juga dilakukan penilaian, dengan mengamati apa yang dilakukan siswa berkaitan dengan karakter meliputi gotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
“Harapannya anak-anak lebih dewasa dalam berdemokrasi. Ketika nanti setelah dewasa terjun di masyarakat mereka sudah lebih siap,” ujar Joko.
Kepala SMPN 35 Purworejo, Budi Hartono, S.Pd., M.M., menyebut, sebagai sekolah penggerak, pihaknya sudah melaksanakan program digitalisasi sekolah, seperti pada ulangan digital, perpustakaan digital dan kini pemilihan ketua OSIS digital.
“Pilketos digital ini merupakan salah satu dari digitalisasi sekolah, yang mana ini merupakan program dari sekolah penggerak,” jelas Budi, sambil menambahkan, dengan digitalisasi ini harapannya untuk anak selain ilmu IT nya berkembang, karena era kedepan semua sudah digitalisasi, ini sebagai bekal kepada mereka untuk masa yang akan datang. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
