Peringati HUT TNI ke-77, ‘Bara Ksatrian 7’ Berdoa di Monumen Jenderal Urip Sumoharjo Purworejo

oleh
Para aktivis SMK PN-PN2 Purworejo yang tergabung dalam 'Bara Kstarian 7' (Barisan Aktifis Ksatrian 7), saat berada di Monumen Jenderal Urip Sumoharjo di Ring Road Selatan, Boro Kulon, Banyuurip, Rabu (05/10/2022). Mereka berdoa bersama dalam rangka memperingati HUT TNI ke 77 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Para aktivis SMK PN-PN2 Purworejo yang tergabung dalam ‘Bara Kstarian 7’ (Barisan Aktifis Ksatrian 7), dalam rangka memperingati HUT TNI ke 77, bersama-sama menyambangi Monumen Jenderal Urip Sumoharjo di Ring Road Selatan, Boro Kulon, Banyuurip, Rabu (05/10/2022).

Dalam kegiatan yang dipandu secara langsung oleh Pembina Bara Ksatrian 7, Drs Bambang Bayu Hanura itu, juga ikut serta Pembina Yayasan Pembaharuan, Arie Edi Prasetyo, MBA.

Pimpinan Bara Ksatrian 7, Valentino menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan pada prinsipnya ikut memperingati HUT TNI ke-77, sekaligus mengunjungi monumen Jenderal Urip Sumohardjo, pendiri TNI.

Di monumen tersebut, mereka berdoa untuk arwah pendiri TNI tersebut, sekaligus memberi pernyataan sikap, agar penyebutan monumen tersebut harus ‘Monumen Jenderal Urip Sumohardjo’, bukan patung kuda seperti yang sering disebutkan masyarakat.

“Kita sangat menyesalkan, monumen yang layak sebagai wahana edukasi bagi generasi muda ini, sekarang malah tidak terurus, bahkan sekarang dijadikan area parkir RSUD RAA Tjokronegoro yang tempatnya berdampingan dengan monumen. Ini pelecehan namanya,” kata Valentino.

Melihat kenyataan ini, Valentino meminta kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk mengembalikan fungsi monumen sebagai mana mestinya.

Aksi para aktivis ini, mendapat apresiasi dari Arie Edi Prasetyo, yang dinilai positif dengan menghormati dan mendoakan para pahlawan bangsa Indonesia. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS