Penguatan Karakter, 337 Siswa SMAN 7 Purworejo Mondok di Empat Pesantren

oleh
Siswa-siswi SMAN 7 Purworejo saat mengikuti kajian di salah satu pondok pesantren - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mengisi bulan Ramadhan, SMAN 7 Purworejo mengadakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Dalam kegiatan ini, 337 siswa dari kelas XI belajar di pondok pesantren.

Mereka dititipkan di empat pondok pesantren yang ada di dekat sekolah, yakni, Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Pengenjurutengah, Pondok Pesantren Ma`unah di Plaosan, Pondok Pesantren Ma`hadil Ulum Asy`ariyah di Plaosan serta Pondok Pesantren Darrusalam di Plaosan.

Secara seremonial, Kepala SMAN 7 Purworejo Niken Wahyuni, M.Pd., memberangkatkan para siswa yang akan dititipkan di pondok pesantren, Senin (03/04/2023) pagi. Mereka ini, akan menginap di empat pondok pesantren selama tiga hari dua malam hingga Rabu (05/04/2023).

Menurut Niken, pada saat Ramadhan ini, kesempatan bagi pihak sekolah untuk penguatan karakter anak-anak terkait dengan peningkatan iman dan takwa. Harapannya ketika anak di pondok, mereka akan digembleng Tarbiyah selama 3 hari.

“Dengan kegiatan ini, mereka bisa lebih mengenal kehidupan, budaya dan kurikulum di pondok,” ujar Niken.

Mereka digembleng dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di bulan puasa, dengan mendekatkan mereka pada kurikulum pondok, dengan lebih mengutamakan tentang sholat, Al-Qur’an dan pengajian-pengajian yang langsung diisi pengasuh pondok masing-masing.

Pemberangkatan siswa kelas XI SMAN 7 Purworejo ke berbagai pondok pesantren, Senin (03/04/2023) – foto: Koranjuri.com

Dan juga kegiatan-kegiatan lainnya seperti meningkatkan frekwensi dan kwalitas serta kwantitas sholat anak-anak, seperti sholat taraweh, tahajud, dzikir dan lainnya. Harapannya nanti, setelah 3 hari di pondok, bisa membuat anak-anak menjadi lebih baik lagi, lebih sholeh sholehah serta lebih santun dalam perilaku.

“Jadi ini mengisi kegiatan selama bukan Ramadhan dengan kegiatan di pondok. Tujuannya supaya anak-anak belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial/sekitarnya. Lingkungan disini tentunya yang baik, supaya bisa meningkatkan keimanan, ketakwaan, sikap dan perilaku anak-anak dengan mengikutkan mereka Tarbiyah di pondok,” jelas Niken, yang didampingi Drs Supriyadi, Waka Kesiswaan.

Supriyadi menambahkan, selama ‘dititipkan’ di pondok pesantren, siswa yang dibagi menjadi empat kelompok dengan jumlah bervariasi ini akan mengikuti berbagai kegiatan yang biasa dilakukan di pondok pesantren.

“Siswa mengikuti kajian-kajian yang bersifat umum. Arahnya pada pembentukan karakter seperti sopan santun, tertib, dengan mengikuti pelajaran dan kehidupan di pondok pesantren,” kata Supriyadi.

Selain mengaji dan mengikuti kajian-kajian, siswa juga diajari budaya-budaya pondok maupun budaya santri, dengan harapan bisa mewarnai di hari anak-anak, dan nantinya bisa menjadi bekal siswa saat mereka hidup di masyarakat.

Disebutkan oleh Supriyadi, bahwa kebiasaan di pondok, santri setelah sholat Subuh ngaji hingga siang dan dilanjutkan usai sholat dzuhur. Setelah sholat magrib, dilanjut dengan kegiatan sholat taraweh dan ngaji hingga jam 10 an.

“Selama kegiatan di pondok ini juga dilakukan penilaian secara umum,” pungkas Supriyadi, sambil menambahkan, selain menitipkan siswa kelas XI di pondok pesantren, selama Ramadhan juga ada kegiatan sholat taraweh berjamaah, Nuzulul Qur’an, pengumpulan zakat fitrah, santunan anak yatim dan sholat Idul Fitri serta gema takbir. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS