KORANJURI.COM – BPBD Bali melakukan pemutakhiran data terkait sebaran titik banjir di Bali, Rabu (10/9/2025). Total terdapat 123 titik banjir.
Di Kota Denpasar terdapat 81 titik, Gianyar 14 titik, Karangasem 4 titik banjir serta Kabupaten Badung dan Jembrana yang belum terekap.
Sedangkan, tanah longsor terjadi di 18 titik yang tersebar di Kabupaten Gianyar 5 titik Karangasem 12 titik dan Badung 1 titik.
Dalam Rakor bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pemerintah pusat dengan cepat merespons musibah banjir di Bali.
“Agar persoalan ini bisa segera clear, mengingat Bali merupakan kawasan wisata dunia. Jangan sampai mengganggu dinamika pemulihan pariwisata pasca pandemi,” kata Koster di gedung Kertha Saba, Denpasar.
Musibah bencana banjir dan tanah longsor di Bali ditetapkan dalam status darurat. Koster mengatakan, status Darurat Bencana diambil untuk percepatan penanganan, termasuk alokasi anggaran tak terduga bagi kerugian masyarakat.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di Bali merupakan fenomena yang jarang terjadi.
“Kenapa sekarang besar sekali? Karena curah hujannya sangat tinggi disebabkan oleh fenomena atmosfer berbeda dari biasanya, termasuk gelombang equatorial Rossby dan Kelvin,” kata Suharyanto.
“Tapi gelombang equatorial Rossby dan Kelvin saat ini mengarah ke Barat,” tambahnya.
Data yang diterima BNPB, hingga Rabu (10/9/2025) pukul 21.00 WITA, ada 9 orang meninggal dunia dan 6 masih hilang. Pencarian gabungan dilakukan dengan melibatkan lebih dari 100 personel.
“Kita pastikan akan mencari sampai ketemu,” ujarnya di Denpasar.
Untuk mengatasi air yang masih tergenang, BNPB menyiapkan logistik awal berupa pompa dan genset yang hibahkan untuk percepatan penyedotan air.
Air di Basement Pasar Badung Setinggi 8 Meter
Air yang meluap dan menenggelamkan areal basement di Pasar Badung ketinggiannya mencapai 8 meter. Di dalam areal parkir basement terdapat 50-70 kendaraan yang terjebak.
“Anggota kami berhasil mengevakuasi tiga orang dalam kondisi selamat. Di Pasar Kumbasari, kami juga melakukan penarikan mobil-mobil yang terjebak banjir,” kata Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra.
Titik banjir di Pasar Kumbasari dan Badung merusak kios dan los pedagang serta menghanyutkan peralatan pedagang. Kerugian materiil ditaksir Rp4 miliar.
“Kami menyiapkan kendaraan khusus untuk menarik mobil-mobil tersebut dan menerjunkan empat satuan setara kompi untuk pembersihan di Pasar Kumbasari, Pasar Badung dan Jalan Pulau Demak,” kata Agung Hadisaputra.
Dari 9 orang korban jiwa, BPBD Bali bersama tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 6 orang yang dilaporkan hilang. Jumlah pengungsi yang bertahan di posko pengungsian di Kota Denpasar sebanyak 240 orang. (Way)
