KORANJURI.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang mengoperasikan Pelabuhan Benoa di Bali, tengah mengembangkan proyek strategis nasional Bali Maritim Tourism Hub. Di situ nanti, kapal pesiar akan bersandar layaknya persinggahan di Australia maupun Singapura.
Department Head TJSL Pelindo Febrianto Zenny mengatakan, untuk mendukung Pelabuhan Benoa sebagai hub kapal pesiar, pihaknya mendorong kemitraan bersama pengembangan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK), untuk menghasilkan produk berkualitas internasional.
“Nanti akan terjadi multiplier effect ketika hub ini sudah berjalan dan UMKM sudah siap mengisi retail hub yang ada,” kata Febrianto Zenny di Badung, Bali, Senin, 14 Agustus 2023.
Untuk mempersiapkan UMK naik kelas, Pelindo memfasilitasi UMK melalui inkubasi kerja bareng dengan PT Sarinah. Kegiatan dalam dua batch itu diisi oleh 100 UMK yang masuk seleksi penilaian.
Jumlah itu, kata Febrianto Zenny terbagi dalam 50 UMK di batch pertama dan 50 UMK di batch kedua yang diadakan di Bali. Seluruh UMK tersebut telah melewati proses kurasi.
“Mereka mengikuti berbagai program pelatihan, sertifikasi usaha, serta penilaian untuk pengembangan usahanya,” kata Febrianto.
Melalui Program Inkubasi Usaha
Pandu Gedor Ekspor itu, Pelindo ingin memberikan dampak positif berkelanjutan bagi UMK di Indonesia. Para pelaku usaha kerakyatan itu mendapatkan fasilitas keikutsertaan pada pameran berskala nasional dan internasional.
“Kami juga memilih lima UMK champion yang akan diikutsertakan pada pameran internasional. Di batch pertama yang telah terjaring sebagai UMK Champion akan berangkat ke Rusia dan ada juga ke Bangkok bersama KBRI, setelah itu lanjut pameran ke China,” jelas Febrianto.
Pada batch kedua, Febrianto melihat animo peserta yang cukup tinggi. Ada 300 UMK yang mendaftar. Namun, pada akhirnya mengerucut di angka 50 setelah melewati fase kurasi.
Program Inkubasi Usaha Pandu Gedor Ekspor berlangsung selama tiga hari. Dalam kegiatan itu, UMK mendapatkan pembinaan langsung, untuk kemudian difasilitasi dalam acara pameran, training/sertifikasi, dan pemberian hibah untuk pengembangan usaha.
Sementara, Direktur Pengembangan Bisnis dan Ritel PT Sarinah Selfie Dewiyanti menambahkan, kurasi terhadap UMK Champion mengacu pada sejumlah hal.
Diantaranya, tentang keunikan produk, berkelanjutan dan memiliki semangat maju. Selain itu, terkait dengan dampak lingkungan juga harus mendasari produk UMK tersebut.
“Termasuk, pengurangan bahan-bahan anorganik seperti plastik maupun styrofoam,” kata Selfie. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
