KORANJURI.COM – Didampingi Komisi 3 DPRD Kabupaten Purworejo dan Dinas KUKMP, PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo melakukan penjajakan kerjasama dengan Bandara YIA (Yogyakarta Internasional Airport), beberapa waktu lalu.
Kedatangan tim dari Purworejo ini, diterima GM Angkasa Pura I Yogyakarta Internasional Airport, Agus Pandu Purnama dan jajarannya. Kedua belah pihak melakukan rapat koordinasi atau silaturahmi mengenai penjajakan Purworejo, terutama PDAM Purworejo untuk bisa bersinergi membackup keberlangsungan suplai air minum kepada bandara dan wilayah perbatasan, sesuai dengan perencanaan RTRW Kabupaten Purworejo.
Dijelaskan oleh Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, ST, MSi, sebelum kerjasama dilakukan, ada berapa tahapan yang harus dilalui, yakni adanya MoU antara Kabupaten Purworejo dengan pihak Angkasa Pura. Dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama antara Angkasa Pura dengan PDAM Purworejo.
“Karena bandara YIA memerlukan air bersih yang lumayan banyak sehingga untuk membackup secara keseluruhan operasional keberadaan bandara. Karena ada kesepakatan, maka harus ditindaklanjuti dengan MoU dulu,” kata Hermawan, Jum’at (17/06/2022).
Dalam waktu dekat, menurut Hermawan, pihak Pemda akan mengadakan pertemuan dengan pihak Angkasa Pura untuk membahas itu
Harapannya, MoU segera dilakukan dan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama serta penjajakan teknis karena posisi PDAM Purworejo sumber airnya sangat dekat dengan bandara, sekitar 3,5 km dan mampu menyuplai sampai 100 liter perdetik.
“Dan itu dilakukan secara kontinyu. Sumber airnya diambil dari IKK Bagelen,” ungkap Hermawan.
Ada empat syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan kerjasama dan rekomendasi dari kementerian PUPR, yakni, PDAM 3 tahun berturut-turut dalam kondisi sehat dan baik, PDAM sudah punya rencana bisnis, harus punya studi kelayakan, serta ada dukungan dari kepala daerah dalam bentuk surat prinsip dukungan untuk pendukung kerjasama tersebut dan permintaan untuk perijinan instalasi pengolahan air.
“Syarat-syarat itu sudah kita penuhi,” pungkas Hermawan. (Jon)
