PANDI Rilis Domain Aksara Bali, Jawa, dan Pegon, Gubernur Koster: Pemuliaan Karya Leluhur

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan keyboard komputer beraksara Bali kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Second Level Domain (SPD) beraksara Bali secara resmi telah digunakan sejak peluncuran di tahun lalu, Desember 2025.

Menyusul penggunaan domain berbahasa Nusantara, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) kembali mengulang rilisan tiga second level domain.

Di antaranya, domain beraksara Bali yang telah diluncurkan sebelumnya, domain beraksara Jawa dan Pegon.

Pegon merupakan aksara Arab yang dimodifikasi khusus untuk menuliskan bahasa Nusantara seperti bahasa Jawa, Sunda, Madura, Melayu atau Indonesia.

Peluncuran yang digelar di Nusa Dua, Bali dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di acara ICANN87 Annual General Meeting, Senin (19/10/2026).

“Penggunaan aksara Bali bukan sekadar aktivitas budaya, melainkan bentuk pemuliaan terhadap karya adiluhung leluhur yang memiliki nilai tinggi,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.

Koster berharap kedepan penggunaan aksara Bali semakin luas dan masif. Termasuk, di ranah digital, pemerintahan, pendidikan hingga sektor usaha.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, digitalisasi aksara nusantara menghidupkan aksara daerah di ruang digital. Aksara asli Nusantara itu bukan sekedar dokumen sejarah atau pajangan masa lalu.

Tapi, benar-benar hidup dan relevan digunakan dalam aktivitas digital sehari-hari.

Digitalisasi aksara nusantara juga menjadi pengakuan global yang membawa identitas budaya Indonesia ke ranah internasional.

Warisan kebudayaan yang terdigitalisasi menghidupkan identitas bangsa dan budaya lokal, yang relevan dan digunakan secara nyata dalam ekosistem internet global.

“Sehingga sistem internet global dapat mengenali bahasa dan tulisan lokal tersebut,” jelas Fadli Zon. (Way)