KORANJURI.COM – Operasi Keselamatan Candi 2025 yang digelar Polres Purworejo selama 14 hari, dari tanggal 10-23 Februari 2025 telah usai dilakukan.
Dari hasil operasi ini, Satlantas Polres Purworejo berhasil menindak 782 pelanggaran. Dari jumlah tersebut, 86 diantaranya tulang manual dan sisanya sisanya sebanyak 696 merupakan tilang ETLE dan teguran.
Kasatlantas Polres Purworejo AKP Untung Ariono melalui KBO Iptu Sayogi Pujo Wahyono menjelaskan, dari banyaknya pelanggaran, didominasi sepeda motor dengan jenis pelanggaran melawan arus dan helm, yakni tidak memakai helm dan helm tidak standar (SNI).
“Untuk angka kecelakaan juga ada peningkatan dibanding operasi serupa tahun sebelumnya,” ungkap Yogi, Senin (24/02/2025).
Menurutnya, jika di tahun 2024 ada 8 kejadian, di tahun 2025 ini ada 10 kejadian dengan korban luka ringan 12 orang, luka berat 2 orang, dengan kerugian material mencapai Rp 25,5 juta. Untuk kejadian lakalantas ini didominasi roda 2.
Dikatakan, bahwa selama Operasi Keselamatan Candi ini, perbandingannya 40-40-20. Yakni tindakan Preventif 40 persen, Preemtif 40 persen dan penindakan 20 persen.
“Dalam operasi Keselamatan ini didalamnya terbagi menjadi beberapa satgas, diantaranya Dikmas dan Binluh,” terang Yogi.
Pada Dikmas, kegiatan dilakukan dengan himbauan-himbauan ataupun sosialisasi di keramaian, seperti di area car free day dengan kegiatan Art Policing, ramp check dan lainnya.
Untuk Binluh yang dilakukan Binmas Polres juga tak jauh beda, dengan sasaran di pusat-pusat keramaian seperti pasar atau lainnya.
“Harapannya dengan operasi Keselamatan ini, menjelang Operasi Ketupat Candi, tentunya masyarakat semakin mengerti tata cara berlalulintas sehingga mengurangi angka fatalitas kecelakaan,” pungkas Yogi. (Jon)
