KORANJURI.COM – Paslon nomer urut 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta kembali melakukan kampanye di wilayah Tabanan, Sabtu (12/10/2024). Mereka mengunjungi warga di wilayah warga Pupuan dan Selemadeg.
Tabanan sebagai pusat hortikultura mendapat perhatian khusus. Produk pertanian yang dihasilkan cukup beragam dan hal itu perlu dibantu dengan peningkatan harga jual produk para petani.
BACA JUGA
PDIP Bali Target Raup Suara 80 Persen di Tabanan
Koster mengatakan, dalam lima tahun ke belakang, produk-produk pertanian di Tabanan difasilitasi melalui peraturan daerah. Wayan Koster menerbitkan Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.
Peraturan itu kemudian mendongrak harga produk pertanian lokal untuk memenuhi pasar pariwisata di Bali.
“Produksi pertanian di Tabanan bagus, sudah saya fasilitasi ini dengan mendistribusikan ke hotel berkelas dunia. Khusus berasnya diambil dari Tabanan, nanti juga ditambahkan lagi produk pertanian dan lainnya,” kata Koster.
Koster-Giri juga akan memperjuangkan kopi Pupuan Tabanan agar mendapat sertifikat indikasi geografis. Sertifikat itu nantinya merujuk pada jenis kopi Pupuan yang hanya boleh ditanam di daerah asalnya.
“Kalau beli kopi Pupuan harus beli kopi hasil produksi dari Pupuan. Ini yang kami perjuangkan Sertifikat Indikasi Geografisnya, ” jelas Ketua DPD PDI-Perjuangan ini.
Akomodasi pariwisata Bali memiliki lebih dari 3.000 hotel dan restoran. Regulasi yang difasilitasi Wayan Koster berjalan hingga saat ini. Mereka menyerap produk pertanian lokal dari buah, sayur hingga beras asal Tabanan.
Sedangkan untuk komoditas hortikultura ekspor, salah satunya manggis yang disukai oleh wisatawan asal China.
“Manggis Bali ini ya manggis Tabanan.
Di sini seharga Rp50.000 per kg, tapi di China bisa tembus Rp150.000, astungkara, masyarakat China sangat menggemari manggis,” jelas Koster.
“Kampanye terbuka tahap I Koster-Giri dan Sandi berlangsung di Desa Kaba Kaba, Kediri, Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, dan Batanbuah, Selemadeg Timur.
Ribuan warga yang mendukung Koster-Giri dan Sandi (cabup-cawabup Tabanan) hadir dalam kampanye tersebut. Artis Bali Bagus Wirata dan MC Puja Astawa menghibur dan menghipnotis warga.
Realisasi Janji Kampanye
Saat Uji Publik Pilkada Bali 2024 di Universitas Udayana, paslon nomer urut 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta dapat tantangan soal janji politik, Jumat (11/10/2024).
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana mempertanyakan soal pemenuhan janji kampanye.
Calon Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta mengatakan, janji kampanye Koster-Giri hanya untuk yang bisa dilakukan.
“Jadi hal yang bisa kita lakukan itu yang kita sampaikan,” kata Giri Prasta, Jumat (11/10/2024).
“[Janji] ditepati dong,” tambah Giri Prasta.
Menguatkan pernyataan Giri Prasta, Koster memberikan penegasan. “Saya pastikan jalan,” kata Calon Gubernur Bali Wayan Koster.
Bicara Data Bukan Janji
Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bali Muhamad Shalahuddin Jamil atau Bro Shalah menilai pasangan Koster-Giri lebih menguasai persoalan yang ada di Bali. Mereka menyajikan melalui data dan solusi tentang rancangan pembangunan Bali di masa mendatang.
Bro Shalah menilai, isu propaganda yang disampaikan BEM UNUD berfokus pada poin-poin penting permasalahan yang ada di Bali. Koster-Giri berhasil mengupas melalui sajian data yang cukup detail.
“Itu menunjukkan jam terbang keduanya sangat berpengalaman dalam tata kelola pemerintahan,” kata Bro Shalah.
Menurut pengamatannya, visi misi Koster-Giri pada Uji Publik Pilkada Bali 2024 lebih banyak berbicara data, bukan janji. Fakta itu disebutnya karena Koster-Giri sudah teruji pernah pemimpin Bali.
Dia juga mengatakan, dalam paparan visi misi yang disajikan pasangan Koster-Giri, tidak sedikitpun menyinggung pihak lawan politik atau pasangan lain. Tandem itu hanya berfokus pada program-program kerja yang konseptual.
“Hal ini menunjukkan kedewasaan berpolitik dan karakter kepemimpinan Koster-Giri yang lebih mengutamakan kinerja efektif dan sinergi dari pada omon-omon saja seperti yang sering kita dengar,” tambahnya.
“Koster-Giri tidak banyak mengumbar janji politik, karena semua permasalahan yang disampaikan baik melalui video propaganda,” ujarnya.(*/Way)
