Museum Goes to School di SMPN 1 Purworejo, Sosialisasikan Keberadaan Museum Ranggawarsita

oleh
Kegiatan Museum Goes to School di SMPN 1 Purworejo, Kamis (23/02/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah melalui Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, menggelar kegiatan ‘Museum Goes to School ‘ atau Museum Masuk Sekolah, Kamis (23/02/2023) di SMPN 1 Purworejo.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta, yang merupakan perwakilan guru dan siswa dari berbagai sekolah di Purworejo, baik dari SD maupun SMP. Hadiri dalam kegiatan ini Kepala Museum Ranggawarsita Drs Djoko Nugroho Witjaksono, M.A., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Wasit Diono, S.Sos., Kepala SMPN 1 Purworejo
Tuwuh Sutrisno, S.Pd., M.M.Pd., Ketua Komite SMPN 1 Purworejo serta segenap tamu undangan lainnya.

Bertemakan ‘Rupa Wayang Nusantara’, acara Museum Goes to School ini disiarkan secara live streaming YouTube. Dimoderatori oleh Kasubag TU Museum Ranggawarsita, Nurwulan Safadilia Kemalasari, S.E., M.M., acara diselingi dengan talkshow, serta penyerahan cinderamata dari Museum Ranggawarsita kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo serta SMPN 1 Purworejo.

Selama kegiatan Museum Goes to School, beberapa narasumber dihadirkan untuk menyampaikan beberapa materi. Pemateri pertama, tentang Pengenalan Museum yang disampaikan Antoni Heri Nugroho, SE., MM./Sub Koordinator Urusan Pelayanan Museum Ranggawarsita.

Materi kedua, Virtual Tour Museum, disampaikan Muhammad Zaki Rosyada, S. Hum/Edukator Museum Ranggawarsita, serta materi Rupa Wayang Nusantara dan Konservasi Koleksi Wayang, disampaikan oleh Muhammad Zaki Rosyada, S. Hum/Edukator Museum Ranggawarsita dan Tim Pelestarian Museum.

Dalam kesempatan tersebut, Djoko Nugroho Witjaksono selaku Kepala Museum Ranggawarsita menyampaikan, kegiatan Museum Goes to School diadakan, lantaran dari data yang dimilikinya, ternyata dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah, jumlah pengunjung ke Musuem Jawa Tengah Ranggawarsita tidak merata sebarannya.

“Itu berarti kami refleksi diri, sosialisasi museum ke pengunjung kabupaten/kota masih kurang. Itulah sebabnya yang menjadi dasar bagi kami untuk mendatangi sekolah-sekolah di kabupaten/kota se Jateng dalam rangka mensosialisasikan keberadaan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita,” jelas Djoko.

Penyerahan cinderamata dari Kepala Museum Ranggawarsita kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo dan Kepala SMPN 1 Purworejo, di sela kegiatan Museum Goes to School, Kamis (23/02/2023) – foto: Koranjuri.com

Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, kata Djoko, merupakan musuem yang luar biasa. Didalamnya terdapat 7 warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO dan ada representasinya. Tempatnya strategis karena berada di tengah kota serta menempati lahan seluas 2 hektar dan bisa muat untuk parkir 15 bis besar .

“Banyak keunggulan koleksi-koleksi yang kami miliki, salah satunya koleksi wayang,” kata Djoko sambil menyebut, kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

Dipilihnya SMPN 1 Purworejo sebagai tempat sosialisasi, menurut Djoko, karena bangunan di sekolah ini merupakan bangunan cagar budaya, bangunan lama peninggalan Belanda, dulu bekas sekolah guru.

“Ini sungguh-sungguh seting sekolah yang luar biasa, peninggalan masa lalu tapi masih digunakan hingga sekarang. Inilah yang kita harapkan, budaya itu tidak ditinggalkan oleh generasi muda tapi juga masih tetap dilestarikan,” ujar Djoko, yang berharap Museum Ranggawarsita lebih dikenal oleh generasi muda di Purworejo dan para guru.

Wasit Diono sangat mengapresiasi kegiatan Musuem Goes to School ini. Pada generasi muda, Wasit berharap agar mereka bisa melestarikan budaya-budaya yang ada. Tentunya juga dengan memperkenalkannya sejak usia sendiri mungkin.

Hal itu bisa dilakukan dengan sosialisasi, atau berkunjung ke museum yang ada meski itu jauh dari yang diharapkan. Karena untuk mencintai sesuatu tidak bisa serta merta, tapi melalui proses, yang diawali dengan melihat terlebih dahulu, mulai mengenal dan lainnya, sehingga akan tumbuh di hati untuk mencintai.

“Untuk mendukung itu kita membuat kebijakan, bagi kepala TK/PAUD, SD, SMP. Untuk belajar di luar Purworejo dalam rangka menambah ilmu dipersilahkan, tapi terlebih dahulu harus melihat Purworejo dulu. Sehingga kekayaan dan kelestarian budaya Purworejo jangan sampai hilang. Jadi sebelum keluar, kenali dulu Purworejo,” pesan Wasit, yang dalam hal ini menyebut jika di Purworejo memiliki museum Tosan Aji yang ‘wajib’ dikunjungi.

Tuwuh Sutrisno berharap, dengan adanya sosialisasi ini generasi muda akan lebih mengenal musuem, memahami isinya serta lebih mencintai dan menghargai warisan budaya.

“Jadikan museum sebagai pusat kegiatan belajar. Generasi muda boleh mencintai budaya barat, tapi jangan sampai melupakan budaya sendiri,” ujar Tuwuh.

Dia menyebut, bahwa musik gamelan dari suaranya sudah bisa diukur dan diteliti, yang ternyata suara gamelan bisa meredamkan emosi. Bagi generasi muda yang emosionalnya tinggi, hal itu bisa diredam dengan menikmati musik gamelan.

“Saya mengajak seluruh generasi muda untuk senantiasa mencintai, mewarisi, merawat dan melestarikan budaya Nusantara,” pungkas Tuwuh. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS