KORANJURI.COM – Band punk Sukatani selalu kritis dalam menulis lirik-lirik lagu. Setelah populer dengan lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ yang sarat dengan kritikan pedas, duo asal Purbalingga ini kembali menulis lagu ‘Tumbal Proyek’.
Gitaris Muhammad Syifa Al Lufti alias Alectroguy mengungkapkan, lagu terbarunya itu terinsipirasi dari adanya sebuah mitos di desa tempat tinggalnya.
Dalam cerita tradisional yang dianggap benar-benar terjadi itu, muncul keyakinan jika ada anak kecil hilang, maka penduduk akan menganggapnya sebagai realitas tumbal proyek.
“Ternyata hari ini menjadi realitas, karena banyak orang yang menjadi tumbal dari pembangunan yang nggak perlu sebenarnya,” kata Lufti di Denpasar, Jumat (27/6/2025).
Menurutnya, penulisan lagu dengan metode storytelling itu akan selalu digunakan dalam memproduksi karya-karya band punk yang ia gawangi bersama vokalis Novi Citra Indriyati alias Twister Angel.
Saat ini, band Sukatani tengah terlibat dalam proyek The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab (IKLIM).
IKLIM menjadi gerakan para musisi tanah air lintas genre dalam menyikapi isu lingkungan.
“Tujuan kami membawa realitas itu kepada pendengar sehingga bisa merasakan langsung realitas yang ada dan eksis,” jelas Lufti.
Di sisi lain, persoalan lingkungan fenomena yang terjadi di tanah air, juga berpengaruh terhadap kreatifitas musisi seperti dirinya.
“Jadi, informasi yang saya serap di sini akan sampai kepada publik melalui karya-karya musik yang ada, sehingga efeknya lebih luas dan menggugah kesadaran publik,” kata Lufti. (Way)
