KORANJURI.COM – Melestarikan tradisi turun temurun sejak nenek moyang, warga Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Merti Bumi.
Mengambil tanggal 20 bulan Rajab dalam penanggalan Jawa, Merti Desa kali ini berlangsung Minggu (19/01/2025), yang puncaknya ditandai dengan pentas wayang kulit semalam suntuk. Menghadirkan dalang Ki Gunawan Hadi Widodo dari Keduren, Purwodadi, pentas wayang mengambi lakon ‘Bangong Bangun Deso’.
Berlangsung di halaman kelurahan setempat, kegiatan ini dihadiri jajaran Forkompimca Bayan, anggota DPRD Purworejo Alipman Safii, Direktur PDAM Purworejo, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, kepala desa dan kelurahan di wilayah sekitar serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Secara simbolis, Kepala Kelurahan Sucenjurutengah Lepot Agusmanto, SIP menyerahkan tokoh wayang Bagong kepada dalang, menandai dimulainya pentas wayang kulit semalam suntuk.
Lakon Bagong Bangun Deso intinya mengisahkan orang kecil yang ingin membangun desanya, tapi dalam proses perjalanannya mendapatkan rintangan-rintangan dari para petinggi. Namun ada salah satu petinggi yang mensuport dan mendukungnya dalam membangun desa.
Agus Lepot, panggilan akrab Kepala Kelurahan Sucenjurutengah menjelaskan, sebelum puncak Merti Bumi dilaksanakan, serangkaian kegiatan telah dilakukan.
Diawali dengan ziarah ke makam tokoh, leluhur dan pejuang Kelurahan Sucenjurutengah pada Jum’at (17/01/2024) yakni ke makam Simbah Kyai Haji Kholil Sonhaji di makam Malang Sucenjurutengah, Kyai Jayeng Kiwuh di makam Bulus komplek makam RA Cokronegoro 1 dan makam Kyai Suci di Desa Pakem, Gebang.
“Di hari Minggu (19/01/2025), ada cek kesehatan gratis dari RS Ananda serta kenduri agung yang diikuti semua warga pada jam 11.30 WIB,” jelas Agus Lepot.
Malamnya, ujar Agus Lepot, dilanjutkan dengan pengajian oleh KH Abdul Haq, pengasuh Ponpes Nurul Huda dari Kalimiru. Setelah pengajian, dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk.
Diungkapkan, bahwa Merti Bumi atau Sedekah Bumi ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Rajab. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan karunia dan keberkahan yang diberikan kepada warga Sucenjurutengah.
“Karena dalam kita mengolah pertanian atau dalam rangka melaksanakan perdagangan mendapatkan hasil yang melimpah ruah,” terang Agus Lepot.
Harapan kedepan, sebut Agus, masyarakat selalu diberikan kesehatan, keselamatan, adem, ayem, tentrem dalam perjalanan kehidupan di tahun yang akan berjalan pasca pelaksanaan Merti Bumi ini. (Jon)
