KORANJURI.COM – Program transmigrasi ternyata sangat diminati warga Purworejo. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga yang mendaftar program pemerintah ini.
Namun karena kuotanya terbatas, dari Pemkab Purworejo belum bisa memenuhi permintaan ini.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo Dr. Sukmo Widi Harwanto, S.H., M.M.
Menurutnya, karena ketersediaan dana yang belum mencukupi, kuota untuk pemberangkatan transmigran ini sangat terbatas.
“Tahun ini hanya ada satu KK yang diberangkatkan dalam program transmigrasi ini,” ujar Sukmo, Jum’at (15/11/2024).
Satu KK (kepala keluarga) ini atas nama Endaryanto (47), warga Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Dia bersama istri dan anaknya akan mengikuti program transmigrasi ke Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Mahalona, Kabupaten Luwu Timur.
Endaryanto akan berangkat transmigrasi awal Desember mendatang. Saat ini, Endaryanto yang mendaftar program transmigrasi tahun 2024 sedang mengikuti pelatihan di BKK Klampok. Sebelumnya dia bekerja sebagai petani.
“Nantinya di lokasi transmigrasi dirinya akan mengolah lahan sendiri yang diberikan oleh pemerintah,” terang Sukmo.
Dia berharap nantinya Endaryanto akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Selain itu bisa membawa nama baik Purworejo serta dapat menjaga diri dan keluarga selama berada di perantauan.
“Tahun 2023 lalu, ada dua KK yang berangkat mengikuti program transmigrasi. Untuk tahun ini satu KK dan tahun depan (2025) kuotanya juga satu KK untuk sementara,” pungkas Sukmo. (Jon)
