‘Kreasi Senam Irama’, Bentuk Implementasi P5 di SMPN 12 Purworejo

oleh
Kepala SMPN 12 Purworejo, Himawan Susrijadi, S.Pd., M.Pd - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebagai bentuk implementasi dari pelaksanaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bertemakan Bangunlah Jiwa dan Raganya, SMPN 12 Purworejo membuat projek dengan topik ‘Kreasi Senam Irama’.

Hasil dari produk projek Kreasi Senam Irama ini, ditampilkan siswa dalam pementasan di atas panggung, Rabu (05/10/2022) di halaman sekolah setempat, diikuti 192 siswa dari kelas VII, yang dibagi dalam 18 kelompok.

Menurut Kepala SMPN 12 Purworejo, Himawan Susrijadi, S.Pd., M.Pd., dengan target seluruh siswa kelas 7 (Fase D), diharapkan bisa mendorong peserta didik untuk berkreasi dalam senam irama menuju kesehatan jasmani dan rohani.

“Adapun dimensi profil pelajar Pancasila yang dibidik meliputi gotong royong, mandiri, dan kreatif dengan elemen kolaborasi, regulasi diri dan menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal,” jelas Himawan, Rabu (05/10/2022), didampingi Tursilowati, S.Pd., Si., Waka Kurikulum.

Diharapkan, kata Himawan, P5 SMPN 12 Purworejo benar-benar menerapkan kegiatan projek ini dengan benar, dengan mengacu alur kegiatan proyek dari tahap perkenalan, tahap kontekstualisasi, tahap aksi, refleksi dan tindak lanjut.

Penampilan salah satu kelompok siswa SMPN 12 dalam menampilkan Kreasi Senam Irama, Rabu (05/10/2022) – foto: Sujono/Koranjuri.com

Dalam projek yang kegiatannya ditetapkan dengan sistem blok, dilakukan dengan berbagai tahapan.
Diawali dengan tahap perkenalan dari tanggal 19 -20 September 2022, siswa disosialisasikan terkait tema Proyek P5 yaitu kegiatan senam irama dan diperkenalkan juga elemen dan sub elemen proyek senam irama tersebut.

Tahap kontekstual, jelas Himawan, dari tanggal 21 – 23 September 2022. Siswa menggali informasi-informasi dan makna dari proyek senam irama dan ikut terlibat langsung dalam persiapan senam irama, yang dilanjutkan dengan pembentukan kelompok di masing-masing kelas.

“Di tahap aksi dari tanggal 24 September – 4 Oktober 2022 siswa mengerjakan proyek dibawah bimbingan guru, merancang pengemasan hasil proyek dan show case guna menampilkan senam irama secara berkelompok,” terang Himawan.

Pada tahap refleksi dan tindak lanjut dari tanggal 6 – 10 Oktober 2022 nanti, pendidik dan peserta didik melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil projek serta merencanakan tindak lanjut berikutnya.

Tidak kalah pentingnya dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini, menurut Himawan, raport projek harus sudah dipersiapkan dan diisi penilaiannya sesuai dengan petunjuk dari Kemendikbudristek RI.

Baik dari proyek pertama hingga proyek ke tiga diharapkan guru-guru mampu menilai kondisi siswa dari Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Sangat Berkembang (SB).

“Catatan Proses menjadi teramat penting sebagai bahan evaluasi asesment pelaksanaan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila,” ungkap Himawan.

Tursilowati menambahkan, dalam pelaksanaan projek ini, siswa diberi kebebasan memilih, misal mau memilih musik poco-poco, dangdut atau lainnya, begitu juga dengan gerakan tarian hingga kostum yang dipakai saat tampil.

“Kita datangkan narasumber Gita Ratna Dewi, seorang instruktur senam, untuk memberikan inspirasi atau gambaran tentang gerakan -gerakan atau pola senam kreasi itu seperti apa,” kata Tursilowati.

Adanya program dari kementerian tentang Kurikulum Merdeka ini, menurut Tursilowati, sangat bagus, karena biar anak happy, senang belajar, kreatif, serta bisa menyalurkan bakatnya masing-masing.

“Untuk projek selanjutnya ada tema Berkebhinekaan Global dan Kearifan Lokal,” pungkas Tursilowati. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS