Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Purworejo Ganis Pramudito mewakili Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, Pemilu 2024 dilaksanakan di era kemajuan teknologi.
Untuk itu, KPU menyiapkan beberapa aplikasi untuk memudahkan penyelenggara pemilu dalam mengadministrasikan proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
“Ada aplikasi SIREKAP yang merupakan ejawantah bahwa pemilu saat ini dilaksanakan di era revolusi 4.0. Tentunya, ini adalah sarana yang akan memudahkan proses penyelenggaraan Pemilu,” jelasnya, sambil berharap, partisipasi masyarakat akan tinggi pada Pemilu 2024.
Kesuksesan Pemilu, menurut Ganis, bukan hanya di pundak penyelenggara saja, namun juga menjadi tanggung jawab peserta pemilu dan pemilih.
“Tentu harapan kami masyarakat pemilih hak pilih dapat hadir di TPS pada 14 Februari 2024, dan meskipun memiliki pilihan yang beda, harapannya masyarakat mampu menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tandasnya.
Salah satu warga Jogoresan, Margono (75), yang tinggal di RT 3 RW 1 mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti saat mengikuti simulasi, dari awal mendaftar, diberikan kertas suara, mencoblos, memasukkan ke kotak suara masing-masing hingga mencelupkan jarinya ke tinta.
“Tulisannya kecil-kecil, jadi harus lebih lama mencermatinya. Saat melipat kembali juga agak kesusahan karena kertasnya lebar,” aku Margono, yang ditemui usai simulasi.
