Kisah Dibalik Jeruji Para Pencari Suaka

oleh
Salah satu bocah imigran asal Timur Tengah yang dibawa orangtuanya dalam mencari suaka politik - foto: Koranjuri.com

Tapi pertimbangan seperti itu justru kurang tepat. Pasalnya, tingkat kunjungan warga Afganistan di Bali hampir tidak pernah terjadi atau bahkan nol persen. Sehingga keberadaan mereka mudah terpantau.

“Di negaranya sana banyak terjadi konflik. Invasi militer dan perang saudara. Dari cerita tahanan disini, ada kerabatnya digorok didepan mata sendiri karena konflik antar kelompok di negara mereka. Bahkan si tahanan itu juga sempat terkena sayatan pisau di pangkal paha hingga kakinya. Sampai sekarang pun masih terluka. Miris kalau saya melihat,” ungkap Widiantara.

Karena diburu oleh kelompok peseterunya, akhirnya warga Afganistan itu melarikan diri dari negaranya dan menjadi imigran gelap.

Bahkan, tidak sedikit para pencari suaka itu berasal dari kalangan menengah keatas dan juga intelektual. Widiantara mengatakan, beberapa imigran yang pernah ditahan di Rudenim Denpasar, ada juga seorang dokter, pengusaha atau pekerja profesi lainnya.

Rumah Detensi Imigrasi Denpasar – foto: Koranjuri.com

Dari kisah para imigran gelap itu, ada kisah yang membuat Widiantara terhenyak hatinya. Kisah terjadi ketika belasan warga Afganistan tenggelam di Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. Selang beberapa saat ditemukannya beberapa mayat orang asing dari negara Arab itu, seorang tua yang mengaku paman salah satu korban mencari keponakannnya di Rudenim Denpasar. orang tadi berharap keponakannya masih selamat.

“Dia bawa foto keponakannya kesini. Saya bawa ke dalam ruang tahanan dan lihat satu per satu, ternyata tidak ada. Si paman itu mengatakan, semua kantor Rudenim di Indonesia sudah disambangi tapi tetap tidak ketemu keponakannya. Akhirnya, dia mengambil kesimpulan, keponakannya ikut jadi korban meninggal karena tenggelam. Saya kasihan melihatnya, dia keliling sampai ke Papua,” ujar Widiantara.

Para imigran itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab UNHCR atau badan PBB yang mengurusi masalah pengungsi dan International Organization Migrant (IOM).
 
 
way