KORANJURI.COM – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) hari ini ( Sabtu,21/12) menggelar konggres ke 13 di asrama haji Donohudan, Boyolali. Kongres rencananya di gelar selama dua hari yang di ikuti lebih dari 82 Musryid Thariqah dari berbagai daerah di Indonesia.
Hadir pada acara tersebut, Rais Aam PBNU, KH Mihtachul Akyar, Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, Muspida Boyolali, para Kyai Thariqah dan ribuan jamaah NU.
Melalui tema ‘Kembali ke Khittah JATMAN dalam Membimbing Umat dan Memperkokoh Akhlak Mulia sebagai Landasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Maju’, Ketua Organizing Committee (OC), Prof. Dr. Ali Masykur Musa menyampaikan, tema kongres tersebut mencerminkan komitmen JATMAN untuk kembali mempertegas peran sentralnya dalam membimbing umat.
“Terutama membimbing umat di dalam menghadapi tantangan modernitas yang kerap mengikis nilai-nilai spiritual dan moral,” kata Ali Masykur Musa, Sabtu, 21 Desember 2024.
Kongres merupakan momentum penting untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkokoh akhlak mulia sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membangun bangsa untuk Indonesia maju dan berakar pada nilai-nilai luhur.
Dalam kongres JATMAN ke XIII yang berlangsung di Donohudan, peserta akan membahas berbagai isu strategis melalui komisi yang mencakup bidang organisasi, program kerja, dan rekomendasi.
“Tak kalah penting adalah agenda pemilihan pimpinan tertinggi Idaroh Aliyah JATMAN melalui mekanisme yang difasilitasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),” ujarnya.
Diharapkan, melalui kongres ke 13 tahun ini, JATMAN memperkuat peran diri sebagai wadah pengamal thariqah dalam membimbing umat menuju kehidupan spiritual yang kokoh, dan mendukung pembangunan bangsa berlandaskan akhlak mulia.
Ketua Umum PBNU, KH. Cholil Yahya Staquf atau Gus Yahya, di hadapan para peserta kongres menyampaikan, kegiatan ini merupakan kongres regular yang di selenggarakan rutin oleh JATMAN. Bagian dari mekanisme rutinitas organisasi yang di selenggarakan secara berkala di setiap akhir masa bhakti kepengurusan.
Namun pelaksanaan kongres ke 13 ini di bawah pertanggung jawaban PBNU, sebab terkait dengan sejumlah isu yang harus di tangani oleh PBNU.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama hanya sekedar memfasilitasi di antara para pemimpin JATMAN, untuk menemukan tatanan atau pengorganisasian yang lebih baik di masa depan. (*)
