Kader PPP se Indonesia Hanya Pilih Anies sebagai Presiden

oleh
Pembacaan Deklarasi Purworejo oleh Prof Anwar Sanusi dari perwakilan kader PPP Jakarta, Senin (15/05/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Para kader PPP (Partai Persatuan Pembangunan) se Indonesia hanya memilih Anies Rasyid Baswedan sebagai Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia 2024-2029.

Hal itu menjadi salah satu poin penting dalam Deklarasi Purworejo, yang dibacakan Prof Anwar Sanusi, salah satu kader PPP dari Jakarta, Senin (15/05/2023), di Ganesha Convention Hall, Purworejo.

Pembacaan deklarasi itu mengakhiri kegiatan Halal Bihalal dan Sarasehan Politik Kader PPP Jateng, DIY, Jatim, Jabar, Jakarta dan Banten yang diinisiasi GPK Al Quds Purworejo dengan pembina K.H. Muhammad Luthfi Rochman alias Gus Luthfi.

“Adanya dukungan ini karena perintah AD/ART PPP,” ungkap Anwar Sanusi.

Dalam deklarasi, para kader PPP se Jawa itu meminta kepada Ketua DPP PPP Plt Mardiono untuk segera melaksanakan surat Kemenkumham tertanggal 6 April 2023. Mardiono juga diminta untuk mengembalikan kepengurusan PPP kepada hasil Muktamar IX Makassar

“Kami menyatakan Plt. Mardiono adalah tidak sah, dan melanggar ketentuan AD/ART PPP, UU Partai Politik. Dengan demikian Plt. Mardiono tidak memiliki kewenangan dan tidak sah bertindak atas nama Partai Persatuan Pembangunan dalam menandatangani daftar caleg, maupun mengusung dan menandatangani calon presiden maupun cawapres,” baca Anwar Sanusi sambil menyebut, Plt. DPP Mardiono tanpa syarat dan serta merta secepat cepatnya dalam
waktu 3 minggu menyerahkan kembali jabatan Ketua Umum DPP PPP kepada Suharso Manaorfa hasil Muktamar IX 2020 Makassar.

Dalam deklarasi juga disebutkan, apabila Plt Ketua Umum DPP PPP tidak mengindahkan dan tidak melaksanakan perintah ini maka Kader DPP akan menunjuk Pengacara Denny Indrayana untuk melaksanakan pendampingan hukum pada Mahkamah Partai DPP PPP, melakukan gugatan terhadap keabsahan Plt dan Ketua Umum DPP pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, PTUN.

Seluruh Kader PPP yang tidak terlibat dan tidak ikut serta mengkudeta Ketua Umum sah DPP PPP Suharso Manaorfa, kata Anwar Sanusi, akan melaksanakan Muktamar Luar Biasa selambat lambatnya bulan September 2023.

“Kami juga mendorong Capres Anies Rasyid Baswedan untuk menggendong Tokoh PPP Jawa Tengah KH. Taj Yasin Maemun (Gus Yasin) sebagai pendamping Cawapres,” pungkas Anwar Sanusi mengakhiri pembacaan Deklarasi Purworejo.

Dalam acara halal bihalal dan sarasehan politik tersebut, dihadiri ratusan kader PPP yang merupakan perwakilan kader PPP Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta dan Banten.

Dalam sarasehan politik, perwakilan kader dari masing-masing daerah menyampaikan pandangan politiknya terhadap PPP serta menyampaikan apa keinginan ataupun sikapnya. Sebelum sarasehan, tokoh senior PPP dari Solo Mudrick Sangidu menyampaikan pandangan politiknya terhadap PPP saat ini.

Dalam pernyataannya, Mudrick menyatakan mosi tidak percaya kepada DPP PPP dan perlu kepengurusan Ad Hock untuk menyelamatkan PPP dari kehancuran.

PPP diambang kehancuran, karena sikap dan kebijakan pimpinan partai sudah bertentangan dengan asas serta visi dan misi sebagai partai yang berasas Islam sebagaimana tujuan partai pada saat didirikan para Ulama pada setiap langkah dan gerakan partai.

“Bahkan dalam pengambilan keputusan capres pada pemilu 2024 prinsip perjuangan partai tidak lagi menjadi rujukan,” ujar Mudrick. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS