Jokowi Dipastikan Hadir di Kendari pada Puncak HPN 2022

oleh
Presiden Joko Widodo melayani ajakan selfi masyarakat saat meresmikan pasar Badung di Denpasar, Bali pada Jumat, 22 Maret 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Presiden Joko Widodo akan hadir secara langsung pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang berlangsung 9 Februari 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Presiden direncanakan melakukan penanaman mangrove dan melepas Anoa. Kepastian kehadiran Presiden Joko Widodo disampaikan Menteri Sekretraris Negara Praktikno dalam pertemuan dengan panitia HPN 2022, Selasa (1/2/2022) malam.

“Puncak acara 9 Februari, kita sudah booking waktu. Semoga Presiden bisa hadir secara fisik. Tapi ya tolong, protokol kesehatan harus benar-benar didisiplinkan. Sekarang mulai naik kasus positif Covid. Terus kemudian BOR-nya juga sedikit naik. Jadi ini perhatian kita semua,” kata Pratikno.

Agenda kehadiran Presiden di Kendari antara lain, memberikan sambutan dan melakukan penanaman mangrove. Pratikno berpesan agar acara dikemas sesederhana mungkin tanpa mengurangi subtansi acara.

Sedangkan, Ketua PWI Pusat Atal S. Depari menambahkan, tiga tujuan penyelenggaraan HPN di Kendari yakni, berkontribusi kepada pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, dan membahas isu-isu strategis terkait kehidupan pers nasional.

“Kami berharap agar daerah tetap diberi kewenangan perizinan pertambangan. Isu pers dibahas di acara konvensi 2 hari yaitu, keberlanjutan media, publisher right, dan kedaulatan digital yang juga isu nasional,” kata Atal.

Sementara, Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya akan segera mengadakan rapat dengan panitia HPN dan pihak terkait lainnya, untuk membahas acara Presiden di Kendari.

“Misal, tempat acara puncak HPN apakah tetap di kantor gubernur atau dicarikan tempat yang dekat dengan lokasi penanaman mangrove,” kata Heru Budi.

Setelah acara seremonial, tambah Heru Budi, presiden diagendakan bisa langsung melakukan penanaman mangrove atau menyerahkan mangrove ke relawan.

“Dan Presiden hadir ke Kendari tidak langsung dari Jakarta, tapi dari tempat acara lain,” ujar Heru. (*)