KORANJURI.COM – Grup chat Love Scamming yang beroperasi di Bali dan Jakarta dibongkar jajaran Imigrasi. Penipuan dengan berkedok romansa itu melibatkan 9 warga asing.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman mengungkapkan, 6 WNA ditangkap di wilayah Jakarta Utara.
Mereka terdiri dari empat WNA asal Tiongkok dan satu WNA asal Ghana, Afrika. Sedangkan, satu WNA asal Nigeria.
“Mereka diamankan dalam operasi pengawasan orang asing yang dilakukan di wilayah Jakarta Utara pada pada 11 Juni 2025 lalu,” kata Yuldi, Rabu, 9 Juli 2025.
Dua pelaku lain berkewarganegaraan Tiongkok ditangkap di Bali pada 19 Juni 2025. Yuldi mengatakan, penangkapan di Bali didasarkan dari pemeriksaan satu WNA lain.
“Modus yang dilakukan adalah love scamming yang berujung pada pemerasan korban. Sembilan pelaku juga melanggar izin tinggal keimigrasian,” jelas Yuldi.
Dalam grup chat love scamming di Jakarta, ada 3 WNA asal Tiongkok yang melayani calon korbannya. Sedangkan grup Bali ada 7 WNA yang juga asal Tiongkok.
Dari operasi di Jakarta Utara, petugas menemukan barang bukti berupa 40 unit smartphone dan dua unit iPad. Sedangkan di Bali, petugas menyita 76 unit smartphone, 7 unit iPad, dan 3 unit laptop.
Para pelaku asal Tiongkok menargetkan korban asal China. Sedangkan, WN Ghana dan WN Nigeria menyasar warga negara asing dari negara asal pelaku.
“Sejumlah gawai tersebut diduga digunakan untuk melancarkan aksi penipuan,” kata Yuldi.
“Sembilan WNA tersebut dijerat pasal 122 huruf a Undang-Undang Keimigrasian, semua dideportasi dan masuk dalam daftar cekal,” jelas Yuldi Yusman. (Thalib)
