KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo menjamin lulusannya tidak akan nganggur dan bisa tersalurkan di dunia kerja. Adanya jaminan itu menjadi topik utama dalam Workshop Pelaksanaan Komitmen Dunia Kerja untuk Rekrutmen dan Penyaluran Lulusan, Kamis (03/11/2022).
Menghadirkan narasumber dari LPK Kasih Bintang Timur Semarang, workshop dibuka oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., dan diikuti seluruh guru produktif keperawatan serta guru pendukung.
“Workshop ini bagian dari komitmen sekolah yang betul-betul ingin mendapatkan jaminan dari DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) akan lulusan, komitmen DUDI untuk menerima lulusan kami,” ujar Nuryadin di sela kegiatan.
Sehingga, kata Nuryadin, usai lulus dari SMK Kesehatan Purworejo dijamin siswanya tak ada yang nganggur, karena sudah ada jaminan penempatan kerja, baik langsung maupun kerja sambil kuliah yang memang merupakan motto sekolah, bahwa profil lulusan SMK Kesehatan Purworejo siap kerja siap kuliah, siap bekerja sambil kuliah
LPK Bintang Kasih Timur, menurut Nuryadin, adalah LPK yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan SMK Kesehatan Purworejo dan menyalurkan lulusannya baik itu langsung kerja maupun kerja sambil kuliah.
“Tahun kemarin ada 15 anak yang kerja sambil kuliah melalui LPK ini di Semarang,” ungkap Nuryadin.
Dengan adanya workshop ini, Nuryadin berharap nanti akan lebih banyak lagi lulusan tahun depan yang bisa bekerja sambil kuliah atau bekerja full melalui LPK Kasih Bintang Timur, yang sudah bekerjasama pula dalam pembentukan kelas industri.
Sehingga masukan-masukan capaian kompetensi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja dunia industri (sementara di sekolah belum diberikan), LPK ini sudah memberi masukan secara bertahap walau belum semaksimal mungkin, sudah dilaksanakan .
Hal itu, kata Nuryadin, memang sesuai arahan pemerintah dimana antara sekolah dengan DUDI harus link and match. Dengan kerjasama yang baik ini diharapkan tidak ada alasan dari DUDI untuk menolak siswa SMK Kesehatan Purworejo karena sudah dipersiapkan kompetensi dan kwalitas lulusannya.
“Harapan saya dengan adanya program ini animo masyarakat Purworejo untuk sekolah di SMK Kesehatan Purworejo tambah banyak karena ada jaminan kerja dari DUDI,” tandas Nuryadin.
Puji Astuti, S.Pd., selaku penanggungjawab program non fisik di program sekolah Pusat Keunggulan, yang saat ini disandang SMK Kesehatan Purworejo menyebut, dalam workshop ini dari LPK Kasih Bintang Timur memberi masukan-masukan tentang pelaksanaan Komitmen Dunia Kerja dengan SMK Kesehatan Purworejo, termasuk rekrutmen penyaluran anak-anak khususnya kelas Industri dimana setelah lulus dapat langsung bekerja.
“Supaya siswa optimis dan tidak galau lagi mau kerja dimana setelah lulus,” ujar Puji Astuti.
Krisnanto, dari Bidang Pendidikan di LPK Kasih Bintang Bintang Timur Semarang yang hadir dalam kesempatan itu menambahkan, dengan adanya workshop yang menggandeng lembaganya itu, supaya peserta workshop mengetahui tentang lembaganya.
“Secara menyeluruh, bagaimana kami melakukan rekrutmen dan siapa saja yang menjadi mitra rekrutmen kami,” jelas Krisnanto.
Pihaknya merasa senang, ketika anak-anak dari SMK Kesehatan Purworejo yang sudah 5 tahun ini aktif disalurkan melalui LPK Kasih Bintang Timur Semarang, setiap tahunnya selalu ada lonjakan jumlah
“Dan di tahun-tahun berikutnya dengan adanya program bekerja sambil kuliah akan menambah jumlah alumni yang disalurkan bekerja melalui LPK Kasih Bintang Timur,” pungkas Krisnanto. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
