KORANJURI.COM – Zinc yang terkandung di dalam padi varietas inpari nutri zinc punya peran penting dalam sistem reproduksi, daya tahan tubuh untuk ibu hamil dan kesehatan balita. Kandungan itu membantu menangani stunting.
Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya mengatakan, varietas padi yang memiliki kandungan zat besi tinggi itu, perlu disosialisasikan kepada petani.
“Karena punya keunggulan dibandingkan varietas lain seperti masa panen singkat ±115 hari, tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 16,60%, serta potensi hasil panen mencapai 9-10 ton per hektar,” kata Mahendra Jaya saat panen perdana Padi varietas Inpari Nutri Zinc di Tabanan, Jumat, 15 Maret 2024.
Sejumlah keunggulan lain dari padi inpari nutri zinc adalah tingkat kerusakan pecah gabah yang berada di bawah 5 persen. Maka, para petani pun bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan langsung dari pembudidayaan padi Inpari Nutri Zinc.
“Ini tentu menguntungkan petani. Dan kita tahu beras komoditas penting dan strategis,” kata Mahendra Jaya.
Di sisi lain, Provinsi Bali saat ini meraih predikat terbaik dalam pencapaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2023 oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bali meraih IKP tertinggi tahun 2023 dengan skor meningkat dari 85 menjadi 87,65 persen.
Hanya saja, konsumsi pangan di Bali lebih besar 5-6 kali lipat dari 4,3 jiwa jumlah penduduk Bali.
“Konsumsi pangan itu dengan menghitung jumlah pendatang dan wisatawan,” kata Mahendra Jaya.
Sementara, Pekaseh Subak Gadon 1 Pandak Gede, Gede Made Budi Artawan, mengungkapkan, benih padi inpari nutri zinc ditanam di lahan seluas 77 hektar. Total lahan yang ada 140 hektar dan dikelola 341 petani dari kelompok subak setempat.
“Ternyata hasil panennya jauh diatas rata-rata. Biasanya paling banyak 8,5 ton per hektar. Sekarang bahkan mencapai 11,5 ton per hektar,” kata Budi Artawan. (Way)
