Imigrasi: Warga Rusia yang Ditangkap di Bandara Ngurah Rai Baru Sepekan di Bali

oleh
Polda Bali dan tim Imigrasi Ngurah Rai mengamankan salah satu terduga pelaku penganiayaan dan penculikan terhadap pengusaha warga Ukraina di Bali - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Satu terduga pelaku penculikan dan penganiayaan pengusaha asal Ukraina di Bali ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (30/1/2025) sore.

Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai Anak Agung Bagus Narayana mengatakan, KA yang ditangkap di Bandara Ngurah Rai masuk ke wilayah Indonesia pada 25 Januari 2025 dengan Visa on Arrival.

Izin tinggalnya berlaku sampai dengan 23 Februari 2025. Saat ini KA diserahkan kepada Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Aksi penculikan antar orang asing di Bali yang sempat bikin heboh itu terjadi pada 15 Desember 2024 di jalan Tundun Penyu Dipal, Ungasan, Kuta Selatan, Badung.

“Kami menerima informasi dari Polda Bali bahwa KA merupakan salah satu terduga
pelaku yang dicari terkait kasus perampokan terhadap WNA Ukraina,” kata Narayana.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengungkapkan, satu terduga WNA asal Rusia yang ditangkap di Bandara Ngurah Rai adalah orang yang dilaporkan dalam aksi penculikan warga Ukraina di Kuta Selatan.

KA (30) berniat kabur ke Dubai sebelum akhirnya dapat diamankan petugas Imigrasi Ngurah Rai dan Ditreskrimum Polda pada Kamis (30/1/2025) sore.

“Pada saat korban membuat laporan, salah satu nama yang disebut adalah WNA yang kita tangkap di Bandara itu. Dalam laporan disebutkan ada 9 pelaku yang statusnya masih sebagai saksi,” kata Ariasandy, Jumat, 31 Januari 2025.

Sembilan orang itu terdiri dari WNA asal Rusia, Ukraina dan Kazakhstan. Ariasandy mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan pertama namun pada pemanggilan kedua saksi tidak hadir.

“Kita masih berkoordinasi dengan pihak konsulat negara masing-masing, soal mereka alasannya mereka tidak hadir kita masih koordinasikan,” kata Ariasandy.

Polisi menduga sebagian besar terduga pelaku masih berada di Indonesia. Namun, jika keberadaan mereka di luar Indonesia maka polisi akan berkoordinasi dengan interpol. (Way)