KORANJURI.COM – Sepak bola saat ini sudah menjelma menjadi industri yang memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Di Balik olahraga yang sangat populer itu ada banyak profesi yang terlibat di dalamnya.
Manager Corporate Share Value (CSV) I.League Hanif Marjuni mengatakan, setiap musim Liga 1 pihaknya melakukan sosialisasi melalui program BRI Goes to Campus dan BRI Goes to School.
Di Bali, I.League menggelar safari di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Senin (9/3/2026) dan di SMA Negeri 2 Kuta Utara pada Rabu, 11 Maret 2026. Menurut Hanif, lokasi sosialisasi yang dipilih yakni, di Kota yang jadi homebase klub sepak bola Liga 1.
“Kalau di Bali ada Bali United yang masuk Liga 1. Inti dari program ini, kita menginformasikan ke audiens di kalangan mahasiswa dan pelajar bahwa sepak bola sudah menjadi industri global,” kata Hanif.
Pada musim Liga 1 tahun 2025, I.League dan BRI mencatat perputaran uang dari industri sepak bola mencapai Rp10, 4 triliun setiap tahunnya di Indonesia. Sepak bola dapat menggerakkan banyak industri yang hidup secara bersamaan saat musim Liga.
Dari sisi industri itu, I.League mempromosikan berbagai segmen yang dapat dilakukan oleh pelaku industri. Informasi itu yang disampaikan ke publik untuk mempersiapkan mahasiwa dan pelajar terjun ke dunia industri sepak bola.
“Jadi tidak harus menjadi atlet, tapi masuk ke industri olahraga khususnya sepak bola, juga memberikan peluang jangka panjang,” ujar Hanif.
“Dari media officer, safety dan security officer, supporter liaison officer (SLO) hingga medical officer. Banyak profesi yang bisa dipilih,” tambahnya.
Tahun ini, I.League menyambangi 18 kota di Indonesia yang menjadi homebase klub sepak bola di poros Liga 1. Kota-kota yang dikunjungi sesuai dengan jumlah klub sepak bola di Liga 1.
Tahun ini, safari promosi yang dilakukan I.League telah mengunjungi 10 kampus dan 10 sekolah di Indonesia.
Kepala SMA Negeri 2 Kuta Utara I Ketut Supardanayasa menambahkan, sepanjang empat tahun terakhir, pihaknya berfokus pada pengembangan olahraga. Konsistensi itu terbukti dengan lolosnya tiga orang siswanya sebagai skuad Timnas U-17.
“Ada Ekayana (kapten), Keanu dan Semadi, itu siswa kita. Ini jadi bukti kerjasama kita dengan industri olahraga juga. Kehadiran I.League Liga 1 memberikan edukasi kontekstual dan jadi harapan buat anak-anak kami, jika pekerjaan itu tidak harus di kantor tapi juga di bidang olahraga,” jelas Ketut Supardanayasa.
BRI Goes to School di SMA Negeri 2 Kuta Utara berlangsung meriah dan fun. Panggung hiburan menampilkan hiburan grup musik, dengan kemasan dari sekolah untuk sekolah. (Way)
